Jomblo di Usia Matang, Sosiolog: Jangan Cari Pasangan Seadanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria jatuh cinta. Shutterstock

    Ilustrasi pria jatuh cinta. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi para lajang, kesendirian mungkin salah satu hal yang sangat dikhawatirkan. Terkadang orang terdekat Anda justru memperburuk rasa khawatir dengan mengingatkan kembali soal usia yang telah dewasa dan lain sebagainya.

    Menurut seorang professor Sosiologi di Rutgers University, Deborah Carr, Ph.D., generasi wanita dan pria saat ini mengalami keraguan terhadap diri sendiri, kesedihan mendalam akibat kesendirian. Tapi, ada baiknya mulai sekarang Anda berhenti mengkhawatirkan masalah tersebut karena kemungkinan besar hal yang dikhawatirkan tidak benar-benar terjadi dalam kehidupan.

    Deborah mengatakan, walau mengalami kesendirian di umur yang sudah dewasa, Anda masih berpeluang besar menikah. “Sebanyak 90 persen orang di dunia akan menikah. Di Amerika, jumlah orang yang memutuskan untuk menikah di usia 40 bahkan 50 tahun meningkat,” ujar Deborah, seperti dikutip dari psychologytoday.com.

    Selain itu, keputusan untuk mencari pasangan secepatnya hanya karena tuntutan lingkungan sebaiknya dihindari karena akan melukai diri sendiri. “Hubungan yang baik membuat hidup lebih baik. Orang-orang dengan hubungan romantis yang dekat dan penuh kasih memiliki kesehatan mental dan fisik yang lebih baik, dan memiliki kehidupan yang lebih lama dibandingkan dengan mereka yang memiliki hubungan yang tegang atau saling bertentangan,” papar Deborah.

    ADVERTISEMENT

    Jadi, walau mungkin Anda telah memasuki usia matang dan belum menemukan pendamping hidup, bukan berarti bertindak ceroboh dengan mencari pasangan ‘seadanya’. “Mulai sekarang, percayalah bahwa Anda akan menemukan pendamping hidup,” ucap Deborah.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:

    5 Alasan Wajib Kenali Pacarmu Sebelum Menikah

    Pelecehan Emosional Sering Tak Disadari, Kenali 9 Cirinya
    Mark Zuckerberg Berbagi Tips Kencan untuk Mahasiswa Harvard


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.