Pelecehan Emosional Sering Tak Disadari, Kenali 9 Cirinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan bertengkar. Guineapigtoday.com

    Ilustrasi pasangan bertengkar. Guineapigtoday.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Dalam suatu hubungan, pelecehan emosional sama buruknya dengan penganiayaan fisik. Dalam beberapa kasus, seperti disebutkan di laman Boldsky, pelecehan emosional dalam suatu hubungan bahkan lebih buruk daripada penganiayaan yang dilakukan secara fisik.

    Masalahnya adalah tanda-tanda pelecehan emosional dalam suatu hubungan tidak tampak. Itulah sebabnya Anda mungkin dilecehkan secara emosional oleh pasangan selama bertahun-tahun lamanya dan Anda tidak menyadarinya, kecuali jika Anda mengambil waktu dan menganalisis perilaku pasangan.

    Jika Anda tidak bahagia untuk jangka waktu yang lama, maka saatnya untuk melakukan pemeriksaan, apakah ada pelecehan emosional dalam hubungan yang Anda jalani.

    1. Sulit tidur
    Jika Anda tidak dapat tidur nyenyak selama lebih dari sebulan, maka ada sesuatu yang salah dalam hubungan Anda.

    ADVERTISEMENT

    2. Kecurangan berulang
    Pasangan terus menipu Anda, lalu kembali dan meminta maaf sambil menangis. Begitu terus hingga berulang kali. Itu artinya pasangan menipu karena kebiasaan menyakiti Anda.

    3. Mencari alasan untuk bertengkar
    Apakah menurut Anda pasangan bersikap sangat argumentatif akhir-akhir ini? Apakah dia terus-menerus mengajak Anda bertengkar tentang isu-isu yang tidak relevan? Jika ya, itu adalah tanda dari pelecehan emosional.

    4. Menyerang balik
    Jika pasangan sengaja menggunakan sesuatu yang pribadi yang Anda katakan kepadanya saat bertengkar, maka itu tidak etis. Dan jika pasangan terus melakukan ini berulang kali, maka dia telah melecehkan Anda secara emosional.

    5. Menyerang titik kelemahan
    Kita semua memiliki kelemahan dan rahasia. Saat menjalin hubungan, Anda mengetahui kebenaran yang tidak menyenangkan tentang pasangan Anda. Tapi mencubit tentang kebenaran ini adalah sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan.

    6. Terus mengungkit masa lalu
    Kebanyakan orang memiliki hubungan di masa lalunya. Dan hubungan masa lalu ini mungkin harus berakhir karena suatu alasan. Namun jika pasangan mengungkit-ungkit masa lalu Anda berulang kali, itu juga merupakan semacam pelecehan emosional.

    7. Penggunaan kata-kata kasar
    Banyak pasangan cenderung mengucapkan beberapa kata buruk selama pertengkaran. Tetapi jika pasangan Anda over dosis menggunakan kata-kata buruk dan bahasa kotor, maka Anda sedang dianiaya secara emosional.

    8. Pembunuhan karakter
    Anda juga harus melindungi karakter Anda. Pasangan tidak berhak menyerang karakter Anda tanpa alasan yang benar.

    9. Ancaman
    Jangankan ancaman yang membahayakan keselamatan. Terus-menerus mengganggu hidup Anda dengan berbagai tuntutan dan mengancam perpisahan dengan Anda jika ini tidak terpenuhi juga termasuk pelecehan emosional.

    LUCIANA

    Baca juga :
    Jadi Pria Sejati, Ingatlah 5 Pelajaran Berharga dari Ibumu
    Roti Maryam, Si Gurih dari Timur Tengah
    5 Alasan Wajib Kenali Pacarmu Sebelum Menikah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.