Ajak Anak Gunakan Bahasa Tubuh untuk Tingkatkan Kreativitasnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain mainan atraktif bersama ibunya. shutterstock.com

    Ilustrasi anak bermain mainan atraktif bersama ibunya. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gestur merupakan cara berkomunikasi non verbal yang menggunakan bahasa tubuh berupa gerakan tubuh. Banyak psikolog percaya bahwa gestur bisa menunjukkan karakteristik seseorang. Selain itu, gestur juga bermanfaat untuk memunculkan ide kreatif bagi anak.

    Riset yang dilakukan oleh Asosiasi Ilmu Psikologi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa membiasakan anak untuk menggunakan bahasa tubuh atau gestur dapat meingkatkan kreativitas mereka.

    “Penemuan kami menunjukkan bahwa anak-anak secara alami menggunakan isyarat ketika menggambarkan sesuatu. Ketika kita menyuruh anak-anak untuk menggunakan tangannya, maka akan semakin banyak ide kreatif yang muncul,” ujar Elizabeth Kirk dari University of York.

    Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa gestur bermanfaat dalam proses pemecahan masalah. Menurutnya, gestur dapat bermanfaat dalam mengeksplorasi karakteristik suatu benda, seperti ukurannya, bentuknya, cara penggunaannya dan lainnya yang bisa merangsang ide kreatif.

    ADVERTISEMENT

    Kirk mengatakan anak-anak perlu didorong untuk menjelaskan imajinasinya dengan menggunakan gestur agar dapat melatih ide kreatif mereka. “Penemuan kami menunjukkan bahwa dengan mendemonstrasikan objek dengan gestur memfasilitasi cara berpikir dan bermanfaat bagi anak terutama saat di kelas. Mintalah anak untuk menggerakkan tangannya sehingga mereka bisa memunculkan ide-ide,” katanya.

    BISNIS

    Berita lainnya:

    5 Olahraga buat Ibu Hamil 4-6 Bulan

    Trik Agar Anak Tak Stres Menjelang Ujian, Ajak Meditasi

    Atasi Stres, Karyawan di Jepang Bekerja di Kantor Bersama Kucing


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.