Berkain Tenun di Lebaran? Cobalah Gaya Simple dan Chic  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wignyo Haradi, pemilik dan desainer Tenun Gaya berpose bersama para model usai menggelar trunk show dalam rangka pembukaan Tenun Gaya Menteng, di Jakarta, 23 Mei 2017. Tenun Gaya

    Wignyo Haradi, pemilik dan desainer Tenun Gaya berpose bersama para model usai menggelar trunk show dalam rangka pembukaan Tenun Gaya Menteng, di Jakarta, 23 Mei 2017. Tenun Gaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain batik, kain tradisional yang kini sedang digemari adalah kain tenun. Hampir seluruh provinsi di Indonesia mempunyai kain tenun yang khas dengan budaya setempat. Motif, tekstur dan warna yang unik membuat kain tenun kini dapat diaplikasikan dalam beragam busana.

    Tidak hanya untuk acara formal, kain tenun juga dapat digunakan untuk bersilaturahmi bersama keluarga di hari raya Lebaran nanti.

    Desainer dan pemilik Tenun Gaya, Wignyo Rahardi mengatakan kain tenun yang digunakan untuk hari raya Lebaran tidak bertumpuk seperti busana muslim umumnya. “Desainnya lebih clean, warnanya pastel dan desainnya memenuhi kaidah Islam,” ujarnya ditemui saat pembukaan butik Tenun Gaya di kawasan Menteng, Jakarta, 23 Mei 2017.


    Koleksi Ramadan dan Lebaran 2017 dalam trunk show pembukaan Tenun Gaya di Menteng, Jakarta. TEMPO | NIA PRATIWI

    Pemakaian kain tenun untuk busana muslim juga tidak harus digunakan oleh pengguna hijab saja. “Untuk yang tidak berhijab dapat mempadankan baju bodo, baju kurung dengan kain-kain tradisional sebagai bawahannya,” ujar desainer yang tahun ini merancang busana Lebaran untuk mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Label Tenun Gaya juga mengeluarkan koleksi Lebaran 2017. Ragam busana muslim yang ditawarkan bernuansa off white dan pastel, seperti longdress, tunik, atasan, serta baju koko. Secara keseluruhan koleksinya menampilkan potongan simple dan chic.


    Busana pria dari koleksi Ramadan dan Lebaran 2017 dipamerkan dalam trunk show pembukaan Tenun Gaya di Menteng, Jakarta Pusat. TEMPO | NIA PRATIWI

    Ciri khas tenun gaya seperti motif bintik-bintik, salur bintik, atau anyam benang putus juga hadir dalam koleksi ini. Sedangkan untuk motif kain tenun koleksi Lebaran ini mengambil inspirasi budaya dari beberapa daerah di Indonesia, seperti ornamen papua dan songket dari Palembang. Semua proses pembuatannya dilakukan di Sukabumi.

    NIA PRATIWI

    Baca juga :
    Cinta Terlarang? Simak Syair Barunya John Legend
    Jangan Lakukan 4 Hal Ini Agar Masa Depan si Kecil Tak Suram
    Jangan Bercinta Setelah Buka Puasa, Ini Penjelasan Dokter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.