Koleksi Jam Tangan? Simak Trik Perawatannya ala Sandra Dewi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Sandra Dewi. TEMPO/Nurdiansah

    Artis Sandra Dewi. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Bagi Sandra Dewi,  jam tangan merupakan aksesoris wajib untuk dipakai setiap hari. Biasanya, jam tangan yang digunakan dipadukan dengan aksesoris lainya seperti gelang dan cincin. Sebagai kolektor jam tangan tak lupa ia selalu melakukan perawatan agar selalu dalam kondisi yang prima.

    "Pokoknya aku pakai lengkap semua," ujar Sandra Dewi sambil menunjukkan kedua lengannya yang selain dihiasi jam tangan, juga cincin dan gelang-gelang.

    "Karena jam buat aku enggak cuma untuk fungsional ya, tapi juga fashion. Jadi aku pakai untuk melengkapi penampilan," lanjutnya.

    Karena digunakan sebagai bagian dari fashion, Sandra Dewi pun menjadikan jam tangan sebagai koleksi.

    ADVERTISEMENT

    Tanpa mau menyebut berapa jumlah jam tangan yang dimilikinya, Sandra Dewi menegaskan bahwa semua jam tangannya, yang tentu tidak murah, dalam kondisi prima.  Iapun rutin melakukan perawatan untuk koleksi jam tangannya.

    "Semuanya masih dalam kondisi bagus. Aku kalau punya barang itu tidak pernah ada yang rusak, ha ha ha," klaim Sandra Dewi.

    "Caranya agar jam tangan awet, selalu bersihkan setiap kali selesai pakai dan mau pakai. Cukup pakai kain pembersih khusus," ujar Sandra Dewi dalam acara peluncuran koleksi terbaru jam tangan Daniel Wellington, di Jakarta.

    Dengan rajin dibersihkan, jam tangan tidak menyimpan residu dari lotion atau keringat yang akan menyebabkan jamur dan karat. 

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Jangan Lakukan 4 Hal Ini Agar Masa Depan si Kecil Tak Suram
    Pasca Bom di Konser Ariana Grande Bisa Muncul PTSD, Apa Itu? Faktor Hormonal Bikin Wanita Lebih Sering Depresi, Kenapa?

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.