Begini Trik Dik Doank Membangun Karakter Si Kecil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis dan aktivis pendidikan Dik Doang. Tempo/ Arif Wibowo

    Artis dan aktivis pendidikan Dik Doang. Tempo/ Arif Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma yang akrab disapa Dik Doank menyatakan rasa cinta dan kasih sayang akan dapat membangun karakter anak.

    "Saya prihatin jika melihat seorang ibu tidak dapat menyampaikan rasa cinta kepada anak-anaknya," ucap Dik Doank saat Seminar Pendidikan Pada Tenaga Pendidik di Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis, 18 Mei 2017.

    Pada seminar bertema "Membangun Karakter Mandiri dan Religius Menuju Pembentukan Jati Diri Anak" itu, dia mengatakan kasih sayang memang sangat berarti dan akan menentukan bagaimana kelak seseorang berlaku dalam hidup.

    "Karena itu, melalui kasih sayang, akan tercipta interaksi yang enak dengan anak didik dalam proses pembangunan karakter," ujarnya.

    Saat itu, Dik Doank juga berinteraksi dengan peserta serta mengajak bertepuk tangan, tepuk sekali, tepuk dua kali, tepuk setengah, dan tepuk-tepuk.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Suroso menuturkan seminar pendidikan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pendidik akan pentingnya membangun serta membentuk karakter yang mandiri dan religius. Seminar ini juga memberikan tip mendidik anak.

    "Selain orang tua, pendidik akan sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak," ucapnya.

    Wakil Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz mengatakan membangun karakter yang mandiri pada anak harus dilakukan sejak dini.

    "Bekal kemandirian yang telah diperoleh sejak kecil akan membentuk jati diri pribadi yang mandiri, cerdas, kuat, dan percaya diri," ujarnya.

    ANTARA

    Baca juga :
    5 Jurus Agar Aktivitas Makan Selalu Asyik
    Perut Bengkak Salah Satu Ciri Liver Bermasalah, Gejala Lain?Melewatkan Sarapan? Tubuh Lemas, Daya Ingat Turun



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.