Anak Sering Mengamuk? Kenali 5 Penyebabnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak marah atau berteriak. shutterstock.com

    Ilustrasi anak marah atau berteriak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang tua kewalahan menghadapi anak yang mengamuk atau tantrum. Bahkan artis sekelas Drew Barrymore pernah menghadapi anak yang tantrum.

    Hal yang semakin membuat panik orang tua, khususnya ibu, karena anak yang mengamuk tidak pernah pilih-pilih tempat, tidak hanya saat berada di rumah tapi juga di tempat umum dan keramaian. Jika sudah tiba waktunya, mengamuklah sang anak. Orang tua hanya bisa mengelus dada sambil bertanya tanya apa yang salah. Berikut lima ini penyebabnya.

    #Merasa terganggu
    Anak-anak sangat sensitif terhadap suara bising, keramaian, dan kekacauan. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari hal-hal yang mengganggu kenyamanan mereka, misalnya dengan tidak menghadiri acara-acara yang terlalu ramai dan berisik.

    #Otaknya belum matang
    Prefrontal cortex, yang mengontrol emosi dan tingkah laku, mulai tumbuh ketika anak berusia 3-6 tahun. Kita harus memahami hal ini sehingga bisa bersikap obyektif kepada anak.

    ADVERTISEMENT

    #Tidak bisa mengatasi emosi
    Menurut Child Mind Institute, tantrum terjadi ketika anak memiliki emosi yang tidak bisa mereka atur, termasuk kemarahan dan kecemasan. Alihkan perhatian mereka dengan aktivitas yang menyenangkan.

    #Memberikan terlalu banyak pertanyaan
    Menurut para peneliti, kunci mengatasi anak yang mengamuk adalah dengan membiarkannya mencapai puncak kemarahannya. Abaikan amukannya, tanpa pertanyaan, tanpa kata-kata yang menenangkan, atau teguran. Segala jenis perhatian, positif maupun negatif, hanya akan menambah kobaran api.

    “Sangat susah bagi anak yang sedang mengamuk untuk memproses informasi,” ujar dr Michael Potegal, dokter anak dari Universitas Minnesota di Amerika Serikat. Saat anak sudah meluapkan semua kemarahan dan kesedihannya, mereka akan datang sendiri ke orang tua untuk mencari kenyamanan.

    #Belum bisa berbicara
    Ketika bahasa anak-anak tidak dipahami orang dewasa dan mereka merasa ekspresinya tidak dapat tersampaikan, di situlah mereka frustasi dan akhirnya mengamuk. Pahami bahasa anak agar kita mudah berkomunikasi dengan mereka dan meredakan amarahnya.

    TABLOIDBINTANG.COM

    Artikel lain:
    7 Jurus Agar Kaki Terlihat Jenjang
    Begini Nasib Pernikahan Bila Pasangan Nganggur
    7 Tip Mendapatkan Ketenangan Batin


     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.