Jangan Katakan 5 Kalimat ini pada Sahabat yang Baru Cerai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang sahabat baru saja menghadapi perceraian. Peran kita yang paling utama adalah menjadi pendengar yang baik sebagai salah satu bentuk dukungan terbaik yang bisa dilakukan.

    Akan tetapi, walau mendukung penuh dan siap membantu kapanpun dibutuhkan, sikap kita harus tetap netral. Caranya, dengan tidak mengucapkan lima hal terlarang berikut, walau sepintas menyenangkan, seperti yang dirangkum dari CheatSheet.

    1. Saya memang selalu membencinya
    Meskipun tampaknya seperti kalimat yang menyenangkan, namun di sisi lain artinya sama dengan: “Apa saya bilang”. Terkesan menyalahkan dan tidak membantu sama sekali. Teman mungkin sudah menyadari kesalahannya jadi tidak perlu mengingatkan lagi. Ketika ia mulai bercerita, jangan menginterupsi dan jadilah pendengar yang baik.

    2. Kamu pasti bisa mendapatkan yang lain
    Kalimat di atas hanya akan membuat teman semakin sedih. Tak baik memberi saran untuk mencari pengganti secepatnya ketika ia belum sepenuhnya melupakan pasangan terdahulu. Lebih baik, ajak teman untuk menikmati masa sendirinya dan isi dengan hal-hal yang positif.

    3. Bilang saja jika membutuhkan bantuan
    Ambil inisiatif dan lakukan hal tanpa diminta. Temani sahabat makan malam atau berjalan-jalan. Terkadang, orang yang sedang sedih terlalu malas untuk meminta bantuan orang lain. Hanya karena mereka diam, bukan berarti tidak membutuhkan bantuan.

    4. Mari berpesta
    Insting pertama kita mungkin mengajak teman yang sedang sedih untuk bersenang-senang. Namun, dengan kondisi mereka yang baru bercerai, mungkin justru ia malas bertemu dengan orang banyak. Pilih aktivitas yang menenangkan dan lebih posisitif.

    5. Saya tahu apa yang sedang kamu alami
    Dengan mengatakan kalimat tersebut, mungkin kita ingin agar teman tidak merasa sendiri. Namun, menceritakan pengalaman pahit diri sendiri hanya akan mengingatkan teman pada kesedihannya. Lagipula, tidak ada yang ingin mendengar cerita sedih kita.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Satu Kebiasaan Positif yang Bisa Merusak Kariermu
    Begini Nasib Pernikahan Bila Pasangan Nganggur
    7 Tips Mendapatkan Ketenangan Batin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.