Berat Lahir Rendah, Masa Depan dan Kecerdasan Bayi Terancam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi dalam inkubator. shutterstock.com

    Ilustrasi bayi dalam inkubator. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mayoritas wanita makan lebih banyak saat hamil. Namun saat ini, banyak terjadi kasus anak lahir dengan berat badan rendah karena ibu kekurangan gizi saat mengandung.

    Merujuk Riskesdas 2013, persentase balita usia 0-59 bulan dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) mencapai 10,2 persen.

    Spesialis kebidanan dan kandungan Dr. dr. Taufik Jamaan, Sp.OG, menjelaskan jika bayi di dalam kandungan kekurangan gizi maka hal ini akan berdampak pada fungsi organ tubuh kurang sempurna hingga berdampak pada kecerdasan otak.

    "Dampak BBLR membuat organ tubuh bayi dan fungsinya kurang sempurna, pertumbuhan lamban, kemampuan kecerdasan yang kurang, serta potensi bayi mengalami gangguan mental, fisik, dan kesehatan. BBLR tidak hanya mempengaruhi kondisi bayi saat dilahirkan tetapi juga kesehatan, bahkan kelangsungan hidupnya di masa depan," ujar Taufik.

    ADVERTISEMENT

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Dapur Panglima, Dapur Maskulin Pelestari Kuliner Lokal
    Begini Nasib Pernikahan Bila Pasangan Nganggur
    7 Tips Mendapatkan Ketenangan Batin


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.