Lotus Birth Tidak Disarankan Dokter, Simak Penjelasannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi baru lahir. REUTERS/ Muhammad Hamed

    Ilustrasi bayi baru lahir. REUTERS/ Muhammad Hamed

    TEMPO.CO, Jakarta - Lotus Birth merupakan salah satu metode persalinan yang baru-baru ini dilakukan penyanyi Andien. Perbedaan persalinan normal dengan metode Lotus Birth ini terletak pada pemotongan tali pusat.

    Pemotongan tali pusat biasanya dilakukan setelah bayi lahir dan pada saat plasenta masih ada di dalam tubuh ibu. Pada lotus birth, tali pusat bayi tidak dipotong sehingga tetap menempel pada plasenta atau ari-ari. Tali pusat ini akan dibiarkan putus secara alami setelah beberapa hari kemudian.

    "Kalau Lotus Birth artinya dia melahirkan secara alami sehingga plasentanya akan copot dengan sendirinya," ujar Dr. dr. Taufik Jamaan, Sp.OG, spesialis kebidanan dan kandungan.

    Lotus birth sebenarnya masih banyak menimbulkan pro dan kontra karena metode ini dapat meningkatkan risiko kematian pada bayi.

    ADVERTISEMENT

    "Sebenarnya tidak disarankan. Kita menghindarkan karena risiko terjadi infeksi pada janin dan sering kali bayinya meninggal. Risiko terjadi pendarahan juga tinggi pada Lotus Birth," tambah Taufik .

    Namun ia juga mengungkapkan belum ada angka kematian dalam kasus ini karena di Indonesia masih jarang terjadi. "Tidak ada angka kematian bayi karena itu kasusnya jarang sekali di Indonesia kasus ini banyak terjadi di India," pungkas Dr. dr. Taufik Jamaan.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Satu Kebiasaan Positif yang Bisa Merusak Kariermu
    7 Jurus Agar Kaki Terlihat Jenjang
    Dapur Panglima, Dapur Maskulin Pelestari Kuliner Lokal


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.