Lotus Birth Tidak Disarankan Dokter, Simak Penjelasannya

Reporter

Ilustrasi bayi baru lahir. REUTERS/ Muhammad Hamed

TEMPO.CO, Jakarta - Lotus Birth merupakan salah satu metode persalinan yang baru-baru ini dilakukan penyanyi Andien. Perbedaan persalinan normal dengan metode Lotus Birth ini terletak pada pemotongan tali pusat.

Pemotongan tali pusat biasanya dilakukan setelah bayi lahir dan pada saat plasenta masih ada di dalam tubuh ibu. Pada lotus birth, tali pusat bayi tidak dipotong sehingga tetap menempel pada plasenta atau ari-ari. Tali pusat ini akan dibiarkan putus secara alami setelah beberapa hari kemudian.

"Kalau Lotus Birth artinya dia melahirkan secara alami sehingga plasentanya akan copot dengan sendirinya," ujar Dr. dr. Taufik Jamaan, Sp.OG, spesialis kebidanan dan kandungan.

Lotus birth sebenarnya masih banyak menimbulkan pro dan kontra karena metode ini dapat meningkatkan risiko kematian pada bayi.

"Sebenarnya tidak disarankan. Kita menghindarkan karena risiko terjadi infeksi pada janin dan sering kali bayinya meninggal. Risiko terjadi pendarahan juga tinggi pada Lotus Birth," tambah Taufik .

Namun ia juga mengungkapkan belum ada angka kematian dalam kasus ini karena di Indonesia masih jarang terjadi. "Tidak ada angka kematian bayi karena itu kasusnya jarang sekali di Indonesia kasus ini banyak terjadi di India," pungkas Dr. dr. Taufik Jamaan.

TABLOIDBINTANG

Artikel lain:
Satu Kebiasaan Positif yang Bisa Merusak Kariermu
7 Jurus Agar Kaki Terlihat Jenjang
Dapur Panglima, Dapur Maskulin Pelestari Kuliner Lokal






8 Gejala Autisme yang Tercermin dari Perilaku Bayi

3 April 2019

8 Gejala Autisme yang Tercermin dari Perilaku Bayi

Autisme bukan kelainan, melainkan keterbatasan seseorang dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.


Perubahan Iklim Mempengaruhi Kesehatan Jantung Bayi

4 Februari 2019

Perubahan Iklim Mempengaruhi Kesehatan Jantung Bayi

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa bayi yang baru lahir rentan alami gangguan kesehatan jantung akibat perubahan iklim


Kembangkan Kemampuan Bicara Anak Melalui Gerak Ritmis

24 Januari 2019

Kembangkan Kemampuan Bicara Anak Melalui Gerak Ritmis

Gerakan ritmis pada anak bisa membantu mengembangkan kemampuan berbicara pada anak usia dini.


Bayi Gumoh Berlebihan, Jangan Sepelekan, Segera Periksa ke Dokter

15 November 2018

Bayi Gumoh Berlebihan, Jangan Sepelekan, Segera Periksa ke Dokter

Salah satu gangguan pencernaan yang sering terjadi pada bayi usia 0-12 bulan adalah gumoh. Gumoh bukan muntah yang diawali mual dan penuh di perut.


Anak Belum Bisa Berenang, Kenalkan Dulu Akuarobik

11 November 2018

Anak Belum Bisa Berenang, Kenalkan Dulu Akuarobik

Ketimbang memaksakan anak belajar berenang, ada baiknya orang tua memperkenalkan anak pada olahraga akuarobik atau aerobik air.


Tanda Bayi Memiliki Kulit Sensitif atau Tidak, Perhatikan Pipinya

6 November 2018

Tanda Bayi Memiliki Kulit Sensitif atau Tidak, Perhatikan Pipinya

Banyak ibu mengira kulit bayi menjadi sensitif jika terkena air susu ibu atau ASI saat menyusui, terutama di daerah pipi


Ibu, Jangan Lupa Berikan Anak Imunisasi demi Kesehatannya

1 November 2018

Ibu, Jangan Lupa Berikan Anak Imunisasi demi Kesehatannya

Imunisasi adalah prosedur penting untuk mencegah anak terkena infeksi penyakit sejak usia dini.


Bayi Poppy Bunga Terkena Infeksi Usus, Apa Gejalanya

19 Oktober 2018

Bayi Poppy Bunga Terkena Infeksi Usus, Apa Gejalanya

Poppy Bunga menceritakan infeksi usus yang terjadi kepada anak keduanya saat berusia 2 minggu, dan baru ketahuan di usia 1,5 bulan.


Bayi di NTT Rajin Minum Susu tapi Stunting Tinggi, Ada yang Salah

17 Oktober 2018

Bayi di NTT Rajin Minum Susu tapi Stunting Tinggi, Ada yang Salah

Kontroversi susu kenal manis, apakah termasuk produk susu atau bukan memiliki implikasi yang panjang sampai ke masalah stunting.


Mengenal Penyakit Langka pada Anak NCL Tipe II

15 Oktober 2018

Mengenal Penyakit Langka pada Anak NCL Tipe II

Penyakit langka pada anak bukan kutukan. Ada penjelasan ilmiahnya.