3 Cara Atasi Telinga Tersumbat dalam Pesawat Terbang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Telinga (beatcrave.com)

    Ilustrasi Telinga (beatcrave.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa masalah pasti sering kita alami ketika berada di dalam pesawat terbang. Misalnya seperti jet lag, udara yang kering dan kram karena terus menerus duduk. Tapi salah satu hal yang sering dikeluhkan penumpang adalah telinga tersumbat. Istilah yang tepat adalah Barotrauma, yakni kerusakan jaringan yang terjadi akibat perbedan antara tekanan udara di dalam rongga udara fisiologis salam tubuh dengan tekanan di sekitarnya.

    Untuk memahami hal itu, Anda memerlukan pelajaran anatomi telinga secara singkat. Telinga Anda terbagi menjadi tiga bagian: telinga luar, telinga tengah (yang menjadi tempat gendang telinga) dan telinga bagian dalam. Telinga terhubung ke bagian belakang hidung dan tenggorokan bagian atas melalui lorong yang disebut tabung eustachius, yang tugasnya adalah untuk menstabilkan tingkat tekanan udara antara hidung dan telinga Anda.

    “Tabung Eustachius kita terbuka dan menutup beberapa kali dalam sehari. Namun jalan terusan itu sangat kecil sehingga kita tidak benar-benar menyadari kapan itu bergerak. Ketika kita terbang, ada perubahan tekanan barometik yang cepat sehingga menyebabkan jatuhnya tabung eustachius dan mengganggu aliran udara normal dari hidung ke telinga,” ujar Ana Kim, MD, ahli otolaringologi di Columbia University Medical Center, New York.

    Ana Kim juga menambahkan jika Anda memiliki infeksi sinus hal ini akan menimbulkan rasa sakit. “Jika Anda memiliki telinga aktif atau infeksi sinus, Anda akan mengambil sedikit volume udara yang Anda miliki di tabung eustachius, sehingga dengan terbang bisa menimbulkan rasa sakit, seperti yang dialami penyanyi Gwen Stefani baru-baru ini,” tambah Kim.

    ADVERTISEMENT

    Untuk menstabilkan kembali tingkat tekanan udara dan mencegah rasa sakit yang tidak nyaman, Anda perlu membuka tabung tersebut. Dilansir dari Health, berikut ada tiga hal yang bisa dicoba jika hal itu terjadi pada Anda.

    1. Tutup Hidung dan meniupnya
    Anda bisa mencoba menutup hidung dan mulut Anda, lalu dengan lembut memaksa udara masuk ke telinga tengah, dengan meniupnya. Namun jangan diulang dan jangan meniup terlalu keras karena hal ini justru dapat membahayakan telinga Anda.

    2. Menggerakkan otot rahang
    Cara lain adalah dengan Anda menggerakan otot rahang dengan mengunyah, menguap atau meminum air dapat membantu membuka kembali tabung eustachius. Jika Anda berpergian dengan bayi atau balita dan Anda mencurigai hal itu terjadi kepada anak Anda, Anda bisa mencoba meminta mereka untuk meminum jus atau air dengan menggunakan dot untuk menggerakan otot-otot di mulut.

    3. Ambil dekongestan
    Pengobatan seperti Afrin dapat mengecilkan pembuluh darah dan mengurangi peradangan di rongga hidung Anda. Anda bisa meminumnya 10 menit sebelum lepas landas untuk mencegah penyumbatan dari awal. Namun perlu diwaspadai, jika orang-orang yang memiliki masalah pada jantung atau sedang hamil untuk tidak meminumnya kecuali mereka telah mendapat persetujuan dokter.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    5 Teknik Memotret Makanan Agar Tampak Menggiurkan
    7 Tips Nyaman Naik KRL di Gerbong Khusus Wanita
    Ada Kepribadian Ketiga atau Abu-abu, Apa Maksudnya?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.