Curhat Kuatkan Hubungan Antara Anak dan Orang Tua, Caranya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu berbicara dengan putrinya. feminiya.com

    Ilustrasi ibu berbicara dengan putrinya. feminiya.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Komunikasi adalah kunci penting sebuah hubungan. Bukan hanya suami-istri, atasan dan bawahan, namun juga hubungan orang tua dengan anak. Komunikasi yang berjalan lancar dan sehat membuat anggota keluarga saling menghormati dan berempati.

    Lebih dari itu, komunikasi juga merupakan cara untuk membangun ikatan antara orang tua dan anak. Salah satu cara membangun komunikasi yang baik, dengan membiasakan anak bercerita, mencurahkan isi hati atau curhat. Bagaimana caranya?

    Psikolog anak Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., Psi. mengatakan bahwa membangun budaya curhat antara orang tua dengan anak bisa dimulai dengan kebiasaan bercerita tentang apa pun. Tidak harus orang tua meminta anak bercerita, tetapi orang tua pun bisa terlebih dahulu curhat.

    Sebaiknya, pilihlah topik yang sesuai usia anak. Hindari topik yang terlalu berat dan berpotensi membebani pikiran anak, misalnya soal keuangan atau masalah dengan pasangan. “Kapan saat yang tepat membiasakan anak curhat? Bisa sedini mungkin, pokoknya ketika anak sudah mulai mampu diajak berkomunikasi. Caranya sesederhana kita mengenali emosi anak. Misalnya, ketika orang tua melihat anak senang saat bermain, katakanlah, 'Wow seru sekali bermainnya, kamu senang, ya?'” urai Vera.

    ADVERTISEMENT

    Semakin besar, kehidupan sosial anak semakin berkembang. Anak yang beranjak remaja banyak menemui perubahan dan pengalaman baru dalam hidupnya. Pada fase ini anak biasanya mulai berkenalan dengan berbagai hal yang dikhawatirkan orang tua, misalnya percintaan, seksualitas, dan obat-obatan terlarang. Nah, komunikasi yang buruk antara orang tua dan anak merupakan akar dari masalah remaja.

    Dalam survei yang dilakukan di New York pada 2012 terhadap 2.000 remaja dan orang tua, lebih dari 50 persen remaja mengaku tidak nyaman membicarakan soal seks kepada orang tua mereka. Sementara 9 dari 10 remaja, atau sekitar 87 persen, mengaku lebih mudah menghindari seks bebas dan kehamilan di luar nikah jika mereka bisa lebih jujur dan terbuka membicarakan topik ini dengan orang tua mereka.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    2 Pelajaran Cindy Crawford buat Putrinya
    Anak Tengah Konon Ambisius, Anak Bungsu?
    3 Polah Kocak Anak Ananda Omesh Sambut Adik Bayi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.