ASI Berjuta Manfaatnya, Cegah Obesitas sampai Anti Kanker

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ibu menyusui. Shutterstock

    Ilustrasi Ibu menyusui. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli spesialis anak dr Utami Roesli Sp.A mengungkapkan dalam Air Susu Ibu (ASI) terkandung sejumlah keajaiban antara lain terdapat zat antikanker, pencegah risiko alergi bayi hingga menurunkan angka kematian pada bayi.

    "Berdasarkan hasil temuan dalam ASI terdapat zat anti kanker dapat memperkuat kekebalan tubuh bayi secara alami serta zat yang dapat membunuh 40 sel tumor yang berbeda berdasarkan publikasi Jurnal Internasional tentang kanker," kata dia di Padang, Sumatera Barat, Minggu.

    Ia menyampaikan hal itu pada Workshop dengan tema "Keajaiban ASI dan Efek Samping Pemberian Formula Pada Bayi Ditinjau Dari Sisi Medis dan Hukum Syariah" diikuti pada dai yang ada di Padang.

    Menurutnya selain melindungi bayi,  pemberian ASI oleh ibu juga akan menurunkan risiko terkena kanker payudara.

    ADVERTISEMENT

    "Pada ibu yang menyusui akan risiko terkena kanker payudara turun enam persen setiap tahun," katanya.

    Kemudian pada bayi yang diberikan ASI ekslusif akan menurunkan risiko terkena obesitas dan gangguan penyakit lainya.

    Ia memastikan bayi yang disusui akan lebih sehat sepanjang hidupnya dan jarang mengalami gangguan perilaku baik emosional maupun psikologis.

    Menyusui juga akan mendekatkan hubungan ibu dan anak secara emosional, meningkatkan produksi hormon cinta dan memperkuat kekebalan tubuh anak, kata dia.

    Oleh sebab itu ia menganjurkan ibu yang baru melahirkan untuk segera menyusui bayi atau dikenal dengan program Inisiasi Menyusui Dini (IMD) karena memiliki banyak manfaat.

    "Menyusui dini dilakukan secepatnya setelah melahirkan dengan cara bayi ditengkurapkan di dada ibu dimana bayi akan mencari sendiri payudara ibu secara alami," katanya.

    Menurut Utami segera menyusui bayi akan dapat menunda angka kematian bayi hingga 22 persen dan 16 persen pada 24 jam pertama.

    Inisiasi menyusui dini juga mempertahankan kehangatan bayi sehingga pemberian ASI akan lebih berhasil dan membuat detak jantung serta pernafasan lebih stabil, ujar dia yang merupakan pendiri sentra Laktasi Indonesia.

    ANTARA

    Baca juga :
    Jurus Aman Cari Kerja (Lagi) Saat di Kantor
    Dian Pelangi dan Wardah Luncurkan Koleksi Scarf Eksklusif
    Sekitar 75 Persen Pekerja Mengalami Monday Blues, Anda Juga?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...