5 Cara Jitu Atasi Monday Blues

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Ilustrasi pencahayaan di meja kerja. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Bagi sebagian pekerja hari Senin menjadi hari yang paling ditakuti. Hal ini dikenal dengan istilah Monday blues. Penyebabnya sangat beragam, bisa jadi karena masalah psikologis yang ditimbulkan karena pekerjaan, atau masalah lainnya. 

Berdasarkan pengalamannya, Dr. Marie Hartwell-Walker, Ed.D, konselor psikologis karier asal Massachusetts, AS, yang juga penulis di laman psikologi psychcentral.com menguraikan beberapa hal yang seringkali memicu munculnya Monday blues pada pekerja:

1. Beban pekerjaan Anda terlalu berat
“Mari hadapi kenyataan ini, bagi sebagian besar orang, pekerjaan mereka lebih banyak menuntut ketimbang 10 tahun silam,” kata Walker. Hal tersebut disebabkan banyaknya perusahaan yang melakukan efisiensi dengan perampingan karyawan, sehingga karyawan tersisa diberdayakan semaksimal mungkin. Anda seperti dipaksa untuk bekerja keras, atau disingkirkan perusahaan.

“Cobalah berbicara dengan atasan tentang kesulitan Anda menyesuaikan diri dengan standar perusahaan. Jika itu tidak mungkin dilakukan, mungkin ini waktunya mempertimbangkan mencari pekerjaan baru,” Walker menyarankan.

2. Kehidupan pekerjaan Anda dan pribadi tidak seimbang
Seberapa pun pentingnya pekerjaan, Anda harus tetap mengimbanginya dengan urusan pribadi, bisa dengan melakoni hobi, berolahraga, dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

“Jika Anda hanya memberi kesempatan diri Anda untuk bersenang-senang di akhir pekan, Senin pagi berarti menandakan dimulainya perampasan hidup Anda pada lima hari ke depan. Itu tidak baik. Luangkan waktu untuk menata kembali bagaimana cara Anda menyeimbangkan hidup selama sepekan,” ujar Walker. 

3. Pekerjaan mengganggu hubungan pribadi Anda
Pekerjaan dengan jam kerja panjang, yang membuat Anda pulang dengan membawa pekerjaan ke rumah atau harus dikerjakan pada akhir pekan, bisa mengganggu hubungan pribadi Anda dengan keluarga. “Keengganan menghadapi Senin bisa jadi merupakan sinyal bahwa Anda telah banyak melewatkan kehangatan dan intimasi yang Anda butuhkan dari hubungan dengan orang di sekeliling Anda,” Walker mengingatkan.

4. Pandangan Anda tentang pekerjaan terlalu kaku
Bagi sebagian orang, bekerja adalah tentang menyalurkan gairah, menampilkan keahlian, dan mengembangkan potensi diri. Buat sebagian lainnya, bekerja hanyalah rutinitas. Ketika Anda telah terjebak pada sesuatu yang hanya dipandang sebagai rutinitas, tidak ada lagi gairah. Anda mendefinisikan Senin sebagai dimulainya rutinitas. Jika ini yang terjadi, Walker meminta Anda mengubah pandangan tentang bekerja. “Kecuali Anda salah seorang beruntung yang memenangkan lotere atau mewarisi kekayaan, Anda tetap harus bekerja di sebagian besar waktu Anda. Sebaiknya cari cara untuk menyukurinya dan ya, menikmatinya,” ujar Walker.

5. Anda mengalami depresi
Depresi bisa disebabkan banyak beban kerja terlalu berat, atasan galak, rekan kerja menyebalkan, proyek yang tidak kunjung selesai, atau terus menerus berada di posisi sama. Bagaimana tanda-tanda seseorang yang depresi? Kehilangan nafsu makan, sulit tidur, gairah seksual menurun, dan mengalami kecemasan berlebihan menghadapi hari kerja. Jika penyebab Monday blues adalah depresi, Walker mengingatkan agar Anda segera berkonsultasi dengan psikolog, melakukan medikasi, atau terapi.

TABLOIDBINTANG

Baca juga:
7 Tips Mendapatkan Ketenangan Batin
Zodiak yang Seram Banget Kalau Lagi Marah
4 Jenis Tabungan yang Berisiko dan Bikin Uangmu Berkurang 






Tak Menemukan Kebahagiaan dalam Pencapaian Bekerja, Apa Itu Arrival Fallacy?

4 hari lalu

Tak Menemukan Kebahagiaan dalam Pencapaian Bekerja, Apa Itu Arrival Fallacy?

Arrival fallacy biasanya hanya memiliki pola pikir berorientasi pencapaian bekerja


Pencapaian Bekerja Keras dan Uang Apakah Pasti Kebahagiaan?

4 hari lalu

Pencapaian Bekerja Keras dan Uang Apakah Pasti Kebahagiaan?

Arrival fallacy sebutan dalam Bahasa Inggris untuk menggambarkan tujuan yang tercapai setelah bekerja keras tak ada rasa bahagia


Bagi Charlize Theron Menjadi Ibu Lebih Penting daripada Ketenaran

10 hari lalu

Bagi Charlize Theron Menjadi Ibu Lebih Penting daripada Ketenaran

Charlize Theron merasa lebih tertantang membuat roti panggang seenak buatan tetangganya


Cerita Brooke Shields Mendirikan Perusahaan di Usia 57 dan Mematahkan Stigma Penuaan

13 hari lalu

Cerita Brooke Shields Mendirikan Perusahaan di Usia 57 dan Mematahkan Stigma Penuaan

Brooke Shields juga ingin mengubah status quo di ruang kecantikan, terutama jika menyangkut terminologi seputar penuaan


Gisele Bundchen Ingin Tom Brady Ikut Andil Mengasuh Anak-anaknya

19 hari lalu

Gisele Bundchen Ingin Tom Brady Ikut Andil Mengasuh Anak-anaknya

Rumor keretakan rumah tangga antara Tom Brady dan Gisele Bundchen meningkat bulan lalu


Kiat Berkarier di Bidang IT dari CEO SEMIVA

25 hari lalu

Kiat Berkarier di Bidang IT dari CEO SEMIVA

Simak tips dari CEO SEMIVA untuk berkarier di bidang IT.


Unpad Gelar Virtual Job Fair 2022 Hadirkan Bursa Kerja Hingga Beasiswa

27 hari lalu

Unpad Gelar Virtual Job Fair 2022 Hadirkan Bursa Kerja Hingga Beasiswa

Kegiatan bursa kerja virtual itu merupakan kerja sama Pusat Pengembangan Karier Unpad dengan Jobs.id.


Avril Lavigne Raih Hollywood Walk of Fame Tampil Kasual Glam Pakai Hoodie

29 hari lalu

Avril Lavigne Raih Hollywood Walk of Fame Tampil Kasual Glam Pakai Hoodie

Avril Lavigne memakai hoodie Skateboarding is not a crime, seperti di kaus yang dia pakai 16 tahun yang lalu


5 Alasan Mengapa Orang Memerlukan Jeda Karier?

30 hari lalu

5 Alasan Mengapa Orang Memerlukan Jeda Karier?

Jeda karier atau career break periode waktu istirahat untuk alasan keluarga atau pengembangan pribadi


Jeda Karier Bisa Menjadi Pilihan Jika Terlalu Lelah Bekerja

30 hari lalu

Jeda Karier Bisa Menjadi Pilihan Jika Terlalu Lelah Bekerja

Jeda karier biasanya antara satu bulan hingga dua tahun, beberapa orang mulai berkomitmen untuk istirahat lebih pendek mencoba kegiatan baru