Otot Tegang dan Kaku? Begini Cara Mengatasinya

Reporter

Ilustrasi. kosmicamusic.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kita sering menjalani gaya hidup tidak sehat, misalnya duduk terus menerus selama berjam-jam di tempat kerja, di bus dengan perjalanan macet, dan sering bermain gawai. Kondisi tersebut memicu otot menjadi lebih kencang dan menimbulkan rasa sakit serta nyeri. B

Para penggemar olahraga juga sering latihan hingga tak jarang menyebabkan cedera pada tubuh, seperti keseleo atau ketegangan. Melihat kebutuhan kaum urban yang aktif, salah satu merk balsam menghadirkan jenis plaster yang tahan lama untuk membantu mengatasi rasa sakit tubuh bagian luar.

"Tubuh yang sering pegal, keseleo, nyeri itu disebabkan aliran darah yang tidak lancar," ujar Harsono Ng, Direktur PT. Distriversa Buana Mas, produsen balsam Tiger.

Plaster ini diklaim aman dan efektif menyejukkan bagian tubuh yang terasa pegal dan membantu meredakan rasa nyeri.

"Di tengah kesibukan kaum urban saat ini, plaster ini pas dan cocok untuk mengembalikan keseimbangan gaya hidup modern yang sibuk. Jadi, saat pegal pulang kerja dengan keluhan pegal dan nyeri, plaster ini bisa membantu meringankan," ungkapnya.

Plaster hadir dalam dua varian, yaitu hangat dan dingin. Plaster ini diklaim mampu merangsang sirkulasi darah dan membantu meredakan nyeri, otot kaku, leher dan bahu yang kaku dan tegang, sakit punggung, serta nyeri akibat rematik.

"Plaster yang dingin efektif untuk meredakan keseleo, ketegangan, dan cedera olahraga. Sementara plaster yang hangat pas untuk mengatasi rasa pegal dan nyeri," tambah A.K Han, Direktur Eksekutif Haw Par Corporation.

TABLOIDBINTANG

Artikel lain:
4 Jenis Tabungan yang Berisiko dan Bikin Uangmu Berkurang  
6 Bahan di Produk Kecantikan yang Harus Disertai Tabir Surya
Berita Hari Ini: 3 Perilaku Internet Menjelang dan Selama Ramadan






5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

2 jam lalu

5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

Mengonsumsi vitamin D dengan dosis tinggi dari waktu ke waktu dapat mencapai tingkat racun atau berbahaya dalam tubuh.


Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

10 jam lalu

Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

Penelitian menunjukkan BPA dapat berdampak pada kesehatan manusia dengan berbagai cara.


Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

1 hari lalu

Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

Daun kelor mengandung banyak manfaat bagi kesehatan sehingga menjadi salah satu bahan pangan dengan julukan superfood.


6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

2 hari lalu

6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

Teh putih diproduksi dengan memetik kuncup dan daun sebelum mekar


Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

3 hari lalu

Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

Salah satu cara ampuh untuk mengatasi lingkungan kerja toxic adalah memulihkan diri sendiri.


Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

3 hari lalu

Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

Cinta merupakan salah satu hal yang disukai banyak orang. Tak banyak diketahui, cinta ternyata memiliki dampak positif bagi tubuh.


Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

4 hari lalu

Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

Mengonsumsi gula berlebih tidak baik untuk kesehatan. Berikut jumlah ideal gula yang bisa dikonsumsi dalam sehari.


3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

5 hari lalu

3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

Antioksidan adalah senyawa yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.


Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

6 hari lalu

Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

Teh matcha, yang memiliki kandungan kafein dan antioksidan lebih banyak daripada teh hijau, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja?


DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

7 hari lalu

DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

DKI Jakarta menargetkan penurunan 41 persen polutan berbahaya PM2,5 pada 2030 melalui tiga strategi dan 75 rencana aksi pengendalian pencemaran udara.