Ada Kepribadian Ketiga atau Abu-abu, Apa Maksudnya?

Reporter

put.az

TEMPO.CO, Jakarta - Di dunia ini ada kepribadian ketiga yang disebut ambiver atau abu-abu, yaitu campuran dari introver dan ekstrover.

Seperti dilansir huffingtonpost.com, sebenarnya jenis kepribadian tidak hanya ekstrover dan introver. Ada jenis kepribadian di antara keduanya, yaitu ambiver. Ambiver adalah jenis kepribadian campuran antara introver dan ekstrover.

Dengan kata lain, orang dengan kepribadian ambiver memiliki sifat-sifat seperti introver yang menyukai ketenangan dan ekstrover yang senang ketika berada di keramaian. Menurut seorang psikolog kepribadian, Brian Little, seorang dengan kepribadian ambiver dapat mengambil yang terbaik dari dua kepribadian lain.

“Mereka yang ambiver memiliki berbagai macam cara yang dapat mereka lakukan dalam kehidupan dibanding dua kepribadian lain. Hal ini karena ambiver berada di tengah-tengah sehingga mendapat banyak pilihan cara untuk melakukan sesuatu,” papar Brian.

Seorang psikiater asal Swiss, Carl Gustav Jung, mengatakan bahwa ambiver merupakan golongan yang terbesar karena sebenarnya tidak ada orang yang 100 persen introver ataupun ekstrover sehingga ambiver tampak seperti wilayah abu-abu dalam dunia kepribadian.

“Tidak ada orang yang introver atau ekstrover murni. Jika ada, orang seperti itu akan berada di rumah sakit jiwa,” jelas Jung.

TABLOIDBINTANG

Artikel lain:
Fatal Bila Salah Menyimpan Kondom, Bocor!
Berhubungan Seks dan Berhubungan Intim, Apa Bedanya?
Hati-hati Jika Si Dia Hujanimu dengan Hadiah Mewah, Cuci Otak







Perjuangan Katherine, Mahasiswa Unair yang Lulus dengan Gelar Ganda

2 hari lalu

Perjuangan Katherine, Mahasiswa Unair yang Lulus dengan Gelar Ganda

Katherine, mahasiswa Unair yang menjalani International Undergraduate Program jurusan Psikologi. Simak kisahnya.


83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

14 hari lalu

83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

Bagi seseorang yang sedang menyelami ilmu psikologi, tentu tidak asing lagi dengan Sigmund Freud. Pemikirannya masih bertahan hingga sekarang.


Apa Itu Sekolah Kepribadian?

15 hari lalu

Apa Itu Sekolah Kepribadian?

Sekolah kepribadian berfokus pengembangan individu


Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

42 hari lalu

Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

Pingkan meraih gelar doktor psikologi UI lewat disertasinya mengenai kondisi stres pasangan suami-istri.


Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

56 hari lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


5 Tahapan Terapi Psikososial

58 hari lalu

5 Tahapan Terapi Psikososial

Terapi psikososial bentuk pemulihan perilaku manusia di masyarakat


Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

29 Juli 2022

Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

Pembahasan perayaan Hari Anak Nasional tidak lengkap tanpa mengulik sosok Seto Mulyadi atau Kak Seto.


Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

19 Juli 2022

Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

Terapi SEFT bisa digunakan untuk mengatasi masalah psikologi secara umum. Namun, bisa pula digunakan untuk mengatasi kecanduan terhadap rokok.


5 Dampak Buruk Toxic Positivity

19 Juli 2022

5 Dampak Buruk Toxic Positivity

Toxic positivity membungkam emosi negatif


Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

19 Juli 2022

Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

Memahami penderitaan dan emosi negatif pada diri sendiri atauself compassion perlu dilakukan untuk keseimbangan emosi. Bagaimana caranya?