Wanita Hamil dan Gangguan Haid Boleh Puasa, Asal?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita ingin hamil atau wanita menyentuh perut hamil. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita ingin hamil atau wanita menyentuh perut hamil. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wanita hamil, wanita yang punya gangguan haid dan menopause bisa puasa. Begitu disebutkan Spesialis kandungan dr. Riyan Hari Kurniawan, SpOG , saat menyampaikan presentasinya dalam Seminar Media yang digelar Bamed Health Care di Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

    Tapi, tentu saja ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan. Untuk ibu hamil, misalnya pada trimester pertama, yang bersangkutan tidak mengalami gangguan seperti mual, muntah, lemas dan pusing. "Karena mual dan muntah berlebihan bisa terjadi dehidrasi pada ibu dan kurangnya nutrisi pada janin," ujar Riyan.

    Hal  sama juga berlaku untuk ibu hamil pada trimester kedua. "Selain tidak boleh ada keluhan lemas dan pusing, si ibu juga harus naik berat badannya sekitar 0.5 Kilogram per minggu," katanya.

    Di trimester ketiga, ibu hamil harus mendapat asupan dalam jumlah cukup. Ini berkaitan karena dalam proses tersebut janin terus menyempurnakan pertumbuhan organ tubuh . "Jika semua dipastikan oleh dokter kandungan baik-baik saja, maka ibu hamil dalam tahapan-tahapan  tersebut bisa puasa," katanya.

    ADVERTISEMENT

    Selanjutnya adalah wanita dengan Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK). Salah satu gejalanya adalah jarang atau tidak haid. Penyebabnya adalah tidak berovulasinya sel telur dari indung telur karena kegagalan pematangan sel telur. Jika dibiarkan akan terjadi penebalan dinding rahim, gangguan kesuburan, keguguran dan gangguan psikologi karena rasa rendah diri. Riyan, menyebutkan bahwa momen puasa ini baik digunakan untuk kondisi penyakit yang faktor risikonya adalah kelebihan berat badan ini.

    Sementara untuk wanita yang sudah mengalami menopause, di mana yang bersangkutan tidak haid 1 tahun berturut-turut, karena hormon estrogennya sudah tidak berproduksi lagi, maka wanita yang sudah menopause ini berisiko menurun kepadatan tulangnya, risiko sakit jantung meningkat, gangguan tidur dan badan mudah gemuk.

    Untuk menghindari risiko tersebut, Riyan menyarankan menjalani pola hidup sehat, dengan berolahraga ringan, terapi hormon dan menjaga berat badan. "Karena itulah puasa sangat baik untuk wanita yang menopause ini," ujarnya.

    SUSAN

    Baca juga :
    Mengintip Bisnis Mukena Premium Beromset Rp 400 Juta Sebulan
    Ramadan: Bau Mulut Mengancam, Begini Mengatasinya
    Tak Ada Alasan Lagi Menolak Kondom, Simak Penjelasannya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?