PETA Desak Rihanna Sumbangkan Mantel Bulunya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rihanna berpose di Dior Cruise Show, California, 11 Mei 2017. AP/Willy Sanjuan

    Rihanna berpose di Dior Cruise Show, California, 11 Mei 2017. AP/Willy Sanjuan

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis pecinta hewan yang tergabung dalam PETA (People for the Ethical Treatment of Animal) mendesak Rihanna untuk menyumbangkan mantel bulunya untuk amal. PETA sering menargetkan selebriti papan atas, seperti Kim Kardashian, Jennifer Lawrence dan Beyonce.

    Rihanna kedapatan memakai coat bulu saat menghadiri fashion show koleksi cruise 2018 Dior, di California, akhir pekan lalu. “Kami melihat banyak komentar dari para penggemar yang kecewa melihat Anda memakai bulu saat acara Dior pekan lalu,” kata Senior Communication Manager Peta Andrew Bernstein melalui sebuah surat yang ditujukan kepada Rihanna.

    Menurut Andrew, para penggemarnya berharap Rihanna berhenti memakai pakaian dengan material bulu dan memilih pakaian dari material lainnya, tanpa harus membunuh makhluk lain. “Tolong terima bulu tiruan ini sebagai hadiah dari PETA. Sebagai tambahan, kami juga meminta agar Anda mempertimbangkan untuk mendonasikan bulu-bulu Anda kepada kami,” ujar Andrew seperti dikutip dari Hello Magazine.

    ADVERTISEMENT

    Andrew juga menjelaskan bahwa coat dan aksesoris yang terbuat dari produk herwani, menyebabkan rasa sakit yang luar biasa pada rubah, mink, dan coyote, yang dibunuh untuk mendapatkan bulu-bulunya. Selain itu, industri fashion yang menggunakan material bulu menyebabkan kerusakan lingkungan karena bahan kimia yang digunakan.

    “Bulu yang disumbangkan akan digunakan untuk ha yang baik. Dulu, kamu mengirimkan bulu-bulu untuk pengungsi Syria dan ke tempat penampungan tunawisma, ini memiliki dapat yang sangat luas untuk kehidupan manusia dengan cara yang positif, seperti yang Anda katakan dengan sangat fasih saat menerima penghargaan Humanitarian dari Harvard,” ujar Andrew.

    Pada bulan Februari, Rihanna mendapatkan penghargaan bergengsi untuk usaha amal miliknya sendiri, termasuk Clara Lionel Foundation. Yayasan ini membantu komunitas miskin seluruh dunia, dengan perawatan kesehatan dan pendidikan.

    NIA PRATIWI

    Baca juga:
    Curhat Taylor Swift dan Gigi Hadid Soal Popularitas VS Teman
    Dua Wajah Maria Sharapova, Bedanya 180 Derajat
    Koleksi Cruise 2018 Louis Vuitton Terinspirasi Budaya Jepang


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.