Anak Bermain di Tempat Kotor Itu Baik, Ada Logikanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua anak balita bermain di genangan air lumpur akibat hujan di kampung Bandan Jakarta Utara, Rabu, 5 Desember 2007. [TEMPO/ Arie Basuki; 20071205]

    Dua anak balita bermain di genangan air lumpur akibat hujan di kampung Bandan Jakarta Utara, Rabu, 5 Desember 2007. [TEMPO/ Arie Basuki; 20071205]

    TEMPO.CO, Jakarta - Para ibu sering berpikir bahwa rumah yang bersih akan membuat anak-anak sehat. Tapi tidak demikian dengan dua peneliti, John Gilbert dan Rob Knight. Mereka justru berpendapat sebaliknya.

    Menurut kedua ilmuwan tersebut, kondisi rumah yang kotor, berdebu, dan penuh kuman justru bagus untuk meningkatkan daya tahan anak terhadap penyakit. Malah rumah yang terlalu bersih akan melemahkan sistem kekebalan tubuh anak.

    Gilbert dan Knight menuliskan opini mereka dalam buku Dirt is Good: The Advantage of Germs for your Child’s Developing Immune System. Keduanya dibantu oleh wartawan sains New York Times, Sandra Blakeslee.

    Dalam hipotesis yang diutarakan para penulis itu, paparan kuman dan mikroorganisme pada usia awal anak-anak itu bagus karena akan membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Anak-anak yang jarang bermain lumpur justru lebih rentan terserang eksim, asma, alergi rumput kering, dan diabetes anak.

    ADVERTISEMENT

    Tanpa paparan awal terhadap kuman dan kotoran, sistem kekebalan tubuh tidak pernah belajar bagaimana mengontrol reaksi terhadap sesuatu yang kotor, seperti debu dan serbuk dari tanaman kering. Buku Dirt is Good rencananya akan diluncurkan pada 6 Juni 2017.

    Menurut Dr. Gilbert, dalam 150 tahun terakhir, sejak pertama manusia sadar mikroorganisme bisa menyebabkan penyakit, orang pun selalu berusaha untuk menjauhkan tubuhnya dari jamur, virus, dan bakteri.

    Meningkatnya kesadaran untuk hidup bersih, termasuk memasak air sampai mendidih dan meminum susu yang sudah dipasteurisasi, memang membantu tubuh melawan berbagai penyakit dan penyebab kematian.

    Tapi dampak negatifnya adalah anak-anak yang tinggal di rumah yang terlalu bersih. “Kami memisahkan alasan kenyamanan dan kekhawatiran terserang penyakit,” kata Gilbert seperti dikutip Tempo dari New York Times.

    Ingat, rumah yang bersih tak selalu berarti sehat karena tetap saja ada paparan bahan-bahan kimia dari produk-produk rumah tangga yang kita gunakan. Menurut Gilbert, paparan terhadap kotoran bukan hanya mampu memperbaiki sistem kekebalan tubuh tapi juga baik untuk sistem endokrin dan perkembangan saraf anak.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan baru-baru ini di Alberta, Kanada, juga menyebutkan terbiasa bermain dengan hewan peliharaan sejak bayi akan menurunkan risiko alergi dan obesitas pada anak. Sebaliknya, anak lebih kebal terhadap kotoran dan bakteri.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    8 Tanda Anak Siap Ditinggal Sendirian di Rumah
    Berita Hari Ini: Jurus Bikin Anak Semangat Salat dan Puasa
    Anak BAB Sampai Menangis dan Mengejan Kencang, Apa Sebabnya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?