Jarak Kelahiran Mempengaruhi Kepribadian Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak-anak/kakak-adik. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak-anak/kakak-adik. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak kedua atau anak tengah yang berkelamin sejenis dengan kakaknya memang cenderung lebih punya sifat kompetitif dan punya kemampuan sosial lebih baik. Sebab, ia harus bisa mencuri perhatian ibu atau ayah dari si kakak. "Apalagi jika jarak usia dengan si kakak kurang dari lima tahun," kata Roslina Verauli, psikolog yang berpraktek di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

    Dia merujuk pada teori yang dikembangkan pakar psikologi individu, Alfred Adler, tentang pengaruh urutan kelahiran (birth-order) terhadap perkembangan psikologi anak. "Adler mengamati bahwa kepribadian anak sulung,anak tengah, dan anak bungsu dalam satu keluarga akan berlainan," ujarnya.

    Teori ini didasari pada asumsi bahwa manusia membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Anak kedua sejak lahir bersaing untuk mendapatkan hal itu. "Dengan melakukan dua cara, bersaing secara sehat dengan bekerja lebih keras atau menempuh jalan pintas," kata Vera, yang menulis buku tentang pengembangan diri berjudul I was an Ugly Duckling, I am A Beautiful Swan.

    Dalam beberapa referensi, menurut Vera, selain faktor urutan, jarak kelahiran bisa mempengaruhi. Jika jarak kelahiran anak pertama dengan kedua kurang dari lima tahun atau lebih dekat lagi, "Pengaruhnya tentu saja bisa positif atau negatif," ujarnya.

    Karena itu, hal utama yang perlu disadari para orang tua, menurut Vera, yang sejak 2002 mengajar di Universitas Tarumanegara Jakarta, jangan pernah membeda-bedakan perlakuan terhadap anak. Juga ketahui kebutuhan tiap anak karena setiap anak pada hakikatnya unik.

    "Ada anak yang butuh disayang itu cukup dengan lirik, sebaliknya ada yang sudah dipeluk-peluk masih merasa belum disayang," ujar perempuan kelahiran 23 Februari 1977 itu.

    Hal lain yang patut dicamkan, Vera melanjutkan, banyak anak bukan otomatis banyak rezeki. Namun banyak anak menuntut orang tua banyak usaha mendekati dan memahami kepribadian tiap anak.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Si Sukses dalam Keluarga: Anak Tengah
    Kiat Ajarkan Anak Berpuasa yang Pertama Kali
    Bagian Tubuh Mana yang Pertama Dibersihkan? Itulah Kepribadianmu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.