Perempuan Tidur Lebih Lama dari Laki-laki, Benarkah?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tidur telanjang. pulptastic.com

    Ilustrasi tidur telanjang. pulptastic.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Konon, wanita membutuhkan tidur lebih lama dibanding pria. Dikutip dari Boldsky.com, setidaknya wanita butuh 20 menit lebih lama untuk tidur dibanding pria. Agar pulih dari stres, wanita perlu tidur lebih banyak.

    Tubuh butuh tidur setidaknya 7-9 jam sehari untuk wanita berusia 26-64 tahun. Kaum remaja butuh tidur 9-10 jam sehari. Berikut ini alasan mengapa wanita butuh tidur lebih lama dibanding pria.

    1. Menguras energi mental
    Periset mengatakan bahwa wanita membutuhkan lebih banyak tidur karena mereka menghabiskan banyak energi dari sisi mental pada siang hari, sebab wanita cenderung melakukan banyak tugas sehingga memerlukan banyak energi mental. Untuk memulihkan mental, wanita membutuhkan lebih banyak tidur.

    2. Menopause
    Menopause adalah alasan lain. Keringat pada malam hari, perasaan panas, dan gejala tertentu lain akibat menopause bisa merusak kualitas tidur.

    ADVERTISEMENT

    3. Periode datang bulan
    Masalah tidur bisa terjadi selama masa remaja. Segera setelah siklus menstruasi pertama dimulai, perubahan suasana hati dan hormonal bisa mengurangi kualitas tidur.

    4. Stres
    Sebagian besar wanita di dunia sekarang ini jarang mendapatkan kualitas tidur yang baik karena berbagai alasan, antara lain bisa terjadi pada fase kehidupan tertentu atau perubahan biologis tertentu, sehingga kualitas tidur kadang kala bisa berkurang. Beberapa wanita yang mengalami stres sering tidak bisa tidur nyenyak.

    5. Mengidap penyakit tertentu
    Wanita yang menderita fibromialgia dan depresi menderita masalah tidur. Beberapa masalah ginekuler seperti sindrom ovarian polisistik juga merusak kualitas tidur.

    6. Sindrom kaki gelisah
    Beberapa penelitian mengklaim bahwa wanita berisiko tinggi menderita sindrom kaki gelisah yang bisa merusak kualitas tidur.

    7. Hamil
    Kehamilan juga bisa mempengaruhi kualitas tidur. Perubahan emosional dan fisik yang terjadi setelah hamil bisa berdampak pada tidur. Bahkan faktor seperti kram kaki dan dorongan untuk buang air kecil berkali-kali pada malam hari juga bisa mengganggu tidur yang damai selama kehamilan.

    8. Risiko diabetes
    Sebuah penelitian mengklaim wanita yang kurang tidur berisiko menderita diabetes tipe 2, masalah kardiovaskular, dan bahkan kecemasan.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Kiat Menenangkan Anak yang Rewel karena Terkena Eksim

    Wanita dengan Payudara Besar Berisiko Terkena Intertrigo
    Berita Terkini: Sunat Bikin Penis Kurang Sensitif, Mitos atau Fakta?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.