2 Alasan Mengapa Wanita Lebih Rentan Kesurupan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita teriak. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita teriak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyaknya wanita yang menjadi korban histeria massal atau kesurupan, menimbulkan stigma bahwa secara mental atau emosional, wanita lebih rentan dibanding pria.

    Stigma tersebut dipaparkan oleh sosiolog asal Amerika Serikat, Robert Bartholomew Ph.D. Ia menyatakan wanita kerap menjadi korban kesurupan karena dua hal berikut:

    1. Faktor Biologis
    Psikiater Francois Sirois asal Kanada menyatakan bahwa kesurupan sering terjadi pada wanita karena faktor biologis. Ia menganalisa 45 kasus histeria massal dari seluruh dunia, dan menemukan bahwa anak-anak perempuan yang memasuki usia pubertas merupakan korban terbanyak histeria massal.

    “Perempuan yang memasuki usia pubertas mengalami transisi baik secara fisik maupun mental. Pada fase transisi tersebut, mereka sering terkena nyeri psikogenik. Ini adalah rasa nyeri atau sakit yang timbul akibat dari konflik atau tekanan psikologis. Nyeri psikogenik inilah yang menyebabkan kesurupan kerap menyerang perempuan di usia pubertas,” kata Francois.

    ADVERTISEMENT

    2. Faktor Lingkungan
    Robert menjelaskan bahwa selain faktor biologis, lingkungan pun dapat memengaruhi kesurupan.

    “Perempuan lebih sering bekerja di lingkungan kerja yang sama dan cenderung membosankan. Hal tersebut dapat meningkatkan stres dan menyebabkan frustasi. Histeria massal atua kesurupan terjadi akibat frustasi dan stres yang disimpan dalam pikiran.” ungkap Robert.

    Lebih lanjut, Robert menerangkan bahwa kesurupan bukanlah gangguan mental parah yang  bakal terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Kesurupan merupakan respons tubuh dan pikiran terhadap tekanan yang dialami oleh seseorang.

    “Orang tak perlu terlalu khawatir karena kesurupan biasanya berdampak sementara. Namun masih berlanjut dalam beberapa jam, sebaiknya segera ditangani psikiater,” ujarnya.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Konsumsi Sayur Buah Jangan Berlebih, Simak Penjelasannya
    Bedakan Penyakit Coeliac dan Alergi Gluten dari Gejalanya
    4 Alasan Wanita Bertahan Meski Mencintai Pria yang Salah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.