Anak BAB Sampai Menangis dan Mengejan Kencang, Apa Sebabnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sakit. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak sakit. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sembelit, susah buang air besar atau BAB dalam bahasa medis dikenal dengan istilah konstipasi. Sembelit tak hanya menyerang orang dewasa, namun juga anak-anak.

    Umumnya orang berpandangan sembelit itu adalah kondisi tidak buang air besar selama 3 sampai 4 hari. Pemahaman ini tidak sepenuhnya benar. Sebab, sembelit juga dapat terjadi pada anak yang setiap hari buang air besar.

    "Anak yang sembelit bisa jadi tetap rutin BAB setiap hari namun mengalami gejala sembelit," ujar dokter anak Herbowo Soetomenggolo.

    Salah satu pertanda mengalami sembelit adalah anak tidak nyaman ketika BAB. "Misalnya setiap BAB, anak selalu menangis atau ngeden dengan keras," ungkap dokter yang praktik di rumah sakit Hermina Jatinegara Jakarta.

    ADVERTISEMENT

    Bentuk kotoran anak juga bisa jadi pertanda anak menderita sembelit. Kotoran yang mirip seperti kotoran kambing, yakni bulat berwarna hitam, atau bahkan berdarah menandakan anak mengalami sembelit.

    Sembelit membuat makanan menumpuk di dalam tubuh. "Akibatnya, perut terasa penuh, begah, hingga anak tidak nafsu makan," katanya. Orang tua dapat mencegah sembelit agar tidak berulang dengan asupan serat. Serat utama yang diberikan adalah serat tidak larut yang banyak terdapat pada sayuran.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:

    8 Sikap Dokter yang Diharapkan Pasien

    Ketahui GGL, Ancaman Telak Buat Kesehatan

    Cici Panda Sering Jalan-jalan, Kebutuhan Serat Anak Terabaikan?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...