Posisi Tubuh yang Tepat Saat Memakai Ponsel dan Komputer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memainkan atau memegang handphone atau ponsel. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita memainkan atau memegang handphone atau ponsel. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keasyikan bermain gawai ternyata dapat menimbulkan efek negatif pada postur tulang belakang seseorang. Ahli bedah tulang di Amerika Serika kini mulai memperhatikan kenaikan jumlah pasien yang mengalami sakit di bagian leher dan punggung.

    Dokter menduga hal itu banyak diakibatkan oleh postur tubuh yang tidak tepat selama menggunakan ponsel. Banyak pasien usia muda yang seharusnya belum terkena masalah leher dan punggung dilaporkan mengalami hernia disk.

    Dokter bedah saraf tulang belakang di Medical Center, Los Angeles, Todd Lanman mengatakan jika dilihat dari sinar X, leher seseorang melengkung ke belakang. Adapun lengkungan tersebut akan menuju ke arah sebaliknya ketika seseorang melihat ke arah ponsel.

    Lanman dan Jason Cuellar, seorang ahli ortopedi di Cedars-Sinai, mengatakan orang-orang menekukkan leher sekitar 45 derajat. Dalam keadaan seperti itu, akan lebih buruk jika seseorang dalam posisi duduk.

    ADVERTISEMENT

    Dampak kenaikan tulang belakang pada postur tertekuk lebih tinggi. Sementara pada posisi netral dan melihat ke depan, berat kepala memenjadi 4-5 kilogram. Adapun ketika menunduk sekitar 15 derajat, berat kepala menjadi 12 kiloram. Yang ekstrem, ketika menunduk 60 derajat, beban yang harus ditanggung leher bisa mencapai 27 kilogram.

    Sepanjang penelitiannya, Lanman sempat bertanya-tanya mengenai dampak pada kejadian anak-anak dengan tulang yang masih mengalami masa pertumbuhan.

    “Akankah anak usia 8 tahun membutuhkan operasi tulang belakang saat usianya 28 tahun? Anak-anak memiliki tulang yang masih mengalami pertumbuhan, kami belum bisa memastikan jika kebiasaan tadi akan mengubah anatomi normal tulang belakangnya,” kata Lanman.

    Sesuai dengan semboyan lama, lebih baik mencegah daripada mengobati, Lanman dan Cuellar menyarankan perubahan kebiasaan saat menggunakan gawai, yakni dengan menggenggam gawai sejajar dengan wajah atau sesuai dengan jarak pandang lurus ke depan saat mengetik. Selain itu, gunakanlah dua jempol untuk menciptakan posisi tulang belakang yang nyaman dan simetris.

    Adapun untuk penggunaan komputer atau tablet, alangkah baiknya menggunakan penyangga sehingga letaknya sejajar dengan pandangan mata secara horizontal. Sementara ketika menggunakan komputer jinjing, gunakan papan ketik dan tetikus terpisah sehingga layar bisa sejajar dengan mata dan menciptakan posisi yang ergonomis saat mengetik.

    Namun, ada hal yang dikhawatirkan dalam mempraktikan penggunaan gawai dengan posisi sejajar dengan pandangan mata karena posisi lengan menjadi lebih tinggi sehingga membuat lelah bahu.

    Untuk itu, Lanman merekomendasikan aktivitas peregangan dan latihan dasar untuk menjaga postur tubuh. Hal tersebut bermanfaat untuk memperkuat otot leher dan bahu. Caranya adalah pasien berbaring di tempat tidur dan menggantung kepala di tepian sehingga leher belakang bisa lebih diluruskan untuk mengembalikan busur yang normal di leher.

    Sementara saat duduk, dia menyarankan untuk menyelaraskan leher dan tulang belakang dengan memeriksa bahwa telinga berada di atas bahu dan bahu berada di atas pinggul.

    Mintalah kepada orang di sekitar untuk mengambil foto Anda ketika sedang menggunakan gawai. Perhatikan apakah posisinya sudah benar atau belum. Istirahat sebentar akan sangat membantu pemulihan pada jaringan tubuh.  

    BISNIS

    Artikel lain:
    7 Bahan Alami untuk Semua Jenis Kulit
    Gurihnya Simit, Roti Bagel dari Turki


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...