Lingkaran Hitam di Mata, Keturunan atau Kelelahan? Solusinya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata. Foxnews.com

    Ilustrasi mata. Foxnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Lingkaran hitam di bawah mata sering mengganggu penampilan para wanita, terutama mereka yang sibuk. Buat kebanyakan orang, lingkaran hitam itu bisa jadi karena keturunan, kelelahan, alergi musiman, atau gabungan dari beberapa faktor.

    Dermatolog dan pakar perawatan kulit Dr. Gary Goldfaden menjelaskan lingkaran hitam di bawah mata lebih banyak karena keturunan dan jenis-jenis kulit tertentu membuatnya lebih rentan terhadap munculnya lingkaran tersebut.

    Baca juga :Ada Istilah Green Parenting, Apa Itu?

    "Lingkaran hitam bisa disebabkan genangan darah yang berlebihan dari pembuluh di bawah mata. Darah menunjang sistem limpatik, melepaskan enzim ke kulit, dan mulai memecah jaringan. Sel-sel darah merah yang pecah di bawah kulit menyebabkan lingkaran hitam," jelas Goldfaden kepada Hello.

    Untuk mengurangi area hitam tersebut, Goldfaden menyarankan penggunaan kombinasi produk sari beras dan kedelai, yang bisa mengurangi penggumpalan darah dan memperbaiki aliran darah ke jaringan-jaringan dan membuat kulit lebih kencang.

    "Campuran teh antioksidan akan bisa mengurangi antiradikal bebas, peradangan, dan meminimalisir kerutan dan pembengkakan di sekitar mata," kata Goldfaden.

    Mereka yang terbiasa tidur larut malam pasti akan mengalami bengkak dan kulit hitam di sekitar mata. Untuk mencegahnya bisa menggunakan krim mata yang menghidrasi.

    Menurut Denise Rabor, arti tata rias dan pendiri Wow Beauty, mereka yang rentan mengalami mata hitam harus menyediakan concealer berkualitas.

    "Concealer bisa membantu mencerahkan area di bawah mata dan membuat Anda tak terlihat mengantuk. Cobalah concealer cair ketika berusaha menyamarkan lingkaran ini karena yang berbentuk krim cenderung tidak melekat dengan baik di kulit," ujar Rabor.

    PIPIT

    Baca juga :
    KELANA, Tabrak Motif Denny Wirawan Demi Lestarikan Batik Kudus
    Kiat Bikin Make-up Awet tanpa Produk Waterproof
    Warna Favoritmu Mengungkap Kepribadianmu 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.