Maudy Ayunda Bicara Rujak, Perawatan Kulit, sampai Karier  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maudy Ayunda di kantor Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, 2 Mei 2017. Tempo/Ratih Purnama

    Maudy Ayunda di kantor Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, 2 Mei 2017. Tempo/Ratih Purnama

    TEMPO.CO, Jakarta - Tangan Maudy Ayunda tampak asyik mencomot irisan buah dari sebuah piring besar di depannya. Sesekali aktris 22 tahun itu mencocolkan buah ke sambal rujak yang tersaji di piring kecil.

    ”Saya memang suka buah dan yang pedas-pedas seperti masakan Manado,” kata Maudy Ayunda saat berbincang dengan Tempo di Gedung Tempo pada Selasa, 2 Mei 2017. Lantaran gemar menyantap makanan pedas, Maudy selalu bekal stok makanan pedas atau sambal bungkusan ketika kuliah di Inggris. Baca: Maudy Ayunda Punya Resep Pendidikan, Apa Itu?

    Kalau tidak menemukan makanan pedas selama tiga tahun kuliah di University of Oxford, Maudy Ayunda mencari makanan Jepang sebagai alternatif menyalurkan keinginannya makan pedas.

    Mengenai perawatan kulit, apa rahasia Maudy Ayunda? “Tak ada perawatan khusus. Saya hanya melakukan perawatan kalau ada acara tertentu,” ujarnya. Baca juga: Maudy Ayunda Pernah Merasa Seperti Kartini, Apa Pengalamannya

    Meski tak ada yang khusus, Maudy tetap memperhatikan perlindungan kulit. Buat aktris yang mengawali debutnya di film Untuk Rena pada 2005 itu, yang terpenting adalah jangan lupa menggunakan pelembap.

    Kini, Maudy Ayunda tengah mempersiapkan album ketiga yang menurutnya lebih autentik. Sebelumnya, dia mengaku terlalu terbawa industri meski sebenarnya tidak menyukainya. Karena itulah Maudy ingin lagu-lagunya sekarang lebih segar karena tak didikte kemauan pasar.

    Begitu juga film. Kini Maudy Ayunda lebih senang bekerja sama dengan orang-orang yang menurutnya berkarakter, menantang, dan bisa menyuarakan pesan yang benar. Untuk sutradara, misalnya, dia suka Joko Anwar dan Angga Sasongko karena film-filmnya dianggap tidak pasaran.

    PIPIT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.