Kelebihan Si Sulung dan Si Bungsu, Beserta Sifat Kebalikannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak-anak/kakak-adik. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak-anak/kakak-adik. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei YouGove menunjukkan anak bungsu merasa mereka paling jenaka di antara kakak-kakaknya, sedangkan anak suling lebih mandiri dan rapi. 

    Survei yang meneliti karakteristik 1.783 orang dewasa di Inggris itu melihat setiap orang dari kepribadiannya. Hasilnya, sebanyak 46 persen partisipan yang merupakan anak terakhir menganggap mereka paling jenaka, dan hanya 36 persen anak yang lebih tua berpikir seperti itu.

    Para periset mengemukkan alasan anak pertama cenderung terbebani dengan tanggung jawab yang tidak dirasakan adik-adiknya. Hasilnya, sebanyak 54 persen orang yang punya adik mengaku merasa lebih bertanggungjawab, hanya 31 persen anak bungsu yang merasakannya.

    Sebanyak 47 persen anak bungsu lebih mudah bergaul, namun kesuksesan lebih berpihak kepada anak tertua, yakni 38 persen mengatakan mereka lebih sejahtera ketimbang adiknya.

    ADVERTISEMENT

    Dilansir Independent, peneliti menjelaskan pada batas tertentu, usia lebih berpengaruh pada perbedaan karakteristik ketimbang dinamika keluarga. Anak yang lebih tua, lebih berpengalaman dalam hidup, sehingga cenderung mengatakan mereka lebih sukses ketimbang adik-adiknya.

    Selain itu, ada pengaruh dari keluarga yang membuat perhatian orang tua terpecah dari anak sulung ke anak yang lebih muda, dan itu membuat sang kakak harus belajar mandiri. Buktinya, dari survei ini, sebagian besar anak sulung cenderung merasa lebih rapi dan bisa membuat prioritas dalam hidupnya.

    ANTARA

    Berita lainnya:

    Saran Psikolog Jika Anak Batita Bicara Kasar
    13 Desainer Luncurkan Koleksi Busana Lebaran 2017
    Chicco Jerikho Lomba Lari, Sanggupkah Tahan 2 Godaan Penggemar


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.