Ibu Khawatir Produksi ASI Kurang, Cek Dulu Takarannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ibu menyusui. Shutterstock

    Ilustrasi Ibu menyusui. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu menyusui seringkali khawatir bila pasokan air susunya tidak dapat memenuhi kebutuhan buah hati. Ibu perlu tahu kalau kebutuhan ASI setiap bayi berbeda. Baca: Berani Coba Facial ASI?

    Kebutuhan ini sesuai dengan tahap usia bayi dan dipengaruhi oleh ukuran lambung. Prinsipnya, ibu tak perlu khawatir produksi ASI kurang karena produksi ASI akan mengikuti kebutuhan bayi. Baca juga: Cara Efektif Merawat Tali Pusat dengan ASI

    Pasokan ASI juga tergantung pada permintaan bayi. Semakin jarang menyusu, kian sedikit ASI yang dihasilkan, kecuali ibu tetap memerah untuk menstimulasi produksi ASI. Selain itu, ibu harus tetap berpikir positif, banyak minum, dan mengkonsumsi makanan bergizi agar produksi ASI tetap terjadi.

    Agar ibu bekerja dapat terus memberikan ASI kepada buah hatinya, ia harus rajin memompa dan menyimpan ASI. Umumnya waktu terbaik untuk memompa ASI adalah di pagi hari karena pasokannya masih melimpah. Ibu dapat memompa ASI kapanpun. Semakin sering ASI dikeluarkan, kian banyak suplainya. Dengan kata lain, memompa ASI bukan berarti stoknya akan berkurang.

    ADVERTISEMENT

    Supaya kebutuhan bayi akan air susu ibu tercukupi, sejatinya ada perhitungannya. Berikut ini kalkulasi ASI dikutip dari laman Kellymom dan best-breastpumps:

    1. Bayi berusia 3 hari membutuhkan 22-27 mililiter ASI sekali menyusu.
    2. Bayi berusia 7 hari membutuhkan sekitar 45-60 mililiter ASI.
    3. Bayi usia 30 hari membutuhkan 80-150 milliter ASI.
    4. Bayi yang menerima ASI eksklusif membutuhkan pasokan yang semakin banyak selama empat minggu pertama setelah lahir. Namun kebutuhannya akan relatif tetap selama sekitar 1 sampai 6 bulan, yakni rata-rata 750-900 mililiter per hari.

    Sebuah penelitian yang dilansir Kellymom menunjukkan bayi usia 1-6 bulan tidak menunjukkan perubahan asupan ASI yang signifikan dalam kaitannya dengan bertambahnya usia atau berat tubuh.

    DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:
    Asisten Ungkap Rahasia di Sepatu Jackie Kennedy
    Bocah Obesitas Arya Permana Jalani Bedah Bariatrik, Apa Hasilnya
    Peggy Melati Sukma Sontek Cara Kerja Wartawan saat Menulis Buku


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.