Anak Rewel? Jangan Marah, Mereka Butuh Cinta dan Perhatian Anda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengalaman buruk masa kecil orang tua mempengaruhi pola asuhnya terhadap anak.  Bahkan tanpa disadari kata yang terucap merupakan kata yang memberdayakan. Nah, agar anak merasa nyaman, dan dicintai, orang tua harus mengakui, menerima, dan mengambil tanggung jawab untuk dirinya di masa kini.

    Psikolog Selaras Persona Indonesia Veronica Kristiyani mengatakan banyak kasus orang tua yang bermasalah dengan anak akibat pengalaman masa kecil yang tidak menyenangkan. Pola asuh yang diterapkannya mempengaruhi anak di masa dewasa. Hal ini disebutnya sebagai akibat dari sikap tidak mau menerima sehingga muncul rasa derita.

    Beberapa hal yang perlu direnungkan orang tua untuk mengukur pemahaman dan rasa cintanya terhadap diri sendiri di antaranya menyadari kata-kata yang sering kita ucapkan pada diri kita sendiri.

    Apakah Anda lebih sering mengucapkan kata-kata yang pesimistis atau optimistis. Biasakan mengucapkan kata-kata yang memberdayakan. Salah satunya dengan bersyukur bahwa Anda telah bisa menghadapi hari ini dengan baik. 

    ADVERTISEMENT

    “Kuncinya adalah mencintai dan menerima diri. Jangan membuat sesuatu yang membuat anak tidak nyaman,” ujar Veronika.

    Kedua, mengelola emosi yang dirasakan. Caranya dengan memberi jeda ketika sudah mencapai titik maksimal untuk bisa menenangkan diri.

    Emosi yang meluap-luap hanya akan menekan anak. Ketiga, dengarkan kebutuhan diri sendiri. Dengan memenuhinya, Anda akan terpacu untuk memenuhi kebutuhan kasih sayang anak dari Anda.

    Dengan memahami dan mencintai diri sendiri, orang tua akan lebih mencintai anak. Setiap orang tua perlu merenungkan setiap perilakunya terhadap anak bertujuan dapat menciptakan koneksi dengan anak, bukan membuat permusuhan.

    Kanak-kanak di dalam tubuh dewasa kita memerlukan rasa cinta dan penerimaan. Sama halnya ketika anak rewel yang sebenarnya mereka membutuhkan rasa cinta dan perhatian.

    Penyelesaian masalah ini ditujukan agar lebih mencintai diri sendiri. Sadari kapasitas yang kita miliki saat ini jauh lebih baik dari saat kita kecil dulu. Kita harus mengakui, menerima, dan mengambil tanggung jawab untuk diri kita masa kini.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Riset: Berteriak kepada Anak Sama Bahayanya dengan Memukul
    Contouring Bikin Wajah Tambah Cantik, Tajam dan Tirus
    ASIP Boleh Masuk Pesawat, Ini Peraturannya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...