Saran Psikolog Jika Anak Batita Bicara Kasar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak marah atau berteriak. shutterstock.com

    Ilustrasi anak marah atau berteriak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menghadapi anak yang mulai merapal kata kasar terkadang merepotkan dan membuat serba salah. Sebab, anak di usia itu belum dapat dimarahi seperti yang sudah di atas umur 5 tahun. Sebab, anak usia dini masih berada di tahap eksplorasi dan inisiatif.

    “Bila anak usia dini terlalu sering dimarahi, dia akan malas dan takut untuk mencoba. Padahal usia mereka berada dalam tahap mencoba hal baru,” ujar psikolog anak dari Lembaga Psikologi Interpsy, Angesty Putri, Rabu 3 Mei 2017.

    Bila balita mulai merapal kata kasar, Angesty menyarankan orang tua mulai mengidentifikasi dan mengobservasi kata yang diucapkannya. Khusus untuk anak yang berusia kurang dari 3 tahun, mereka biasanya hanya mengulang kata yang mereka dengar tanpa bermaksud kasar yang sebenarnya.

    Sebab, anak yang belum berusia 3 tahun atau batita mendengar kata-kata kasar itu dari saudara atau teman terdekat. “Ketika batita mulai berbicara kasar, perhatikan penggunaannya benar pas atau tidak, dalam situasi apa, dengan siapa, dan bagaimana ekspresinya,” ujar Angesty.

    ADVERTISEMENT

    Untuk mengatasi batita yang sering berbicara kasar, orang tua dapat melakukan pengalihan kata secara langsung. Misalnya memadankan dengan kata yang memiliki ejaan hampir sama. “Misalnya kata bego, dapat dialihkan menjadi kata Beo,” ujar Angesty.

    Tidak lupa, dalam mengalihkan kata kasar, orang tua memberikan keterangan arti kata padanan. “Seperti, “Beo adalah burung yang memiliki suara indah,” tambah Angesty.

    Ketika mendapati batita masih berbicara kasar, orang tua tidak boleh menyalahkan lingkungan di sekitarnya. Orang tua berdaulat penuh mengarahkan kata-kata anak mereka, termasuk dari pengaruh saudara sekandung.

    Orang tua juga tidak boleh menyalahkan media atau orang terdekat di luar lingkungan keluarga. “Kalau perlu orang tua mulai membentuk perilaku baru saudara kandung –seperti kakak misalnya, yang kerap menjadi tertuduh dalam mempengaruhi adiknya,” ujar Angesty.

    Bila orang tua mengharapkan anak berperilaku sopan, jangan ragu meminta langsung kepada anak. Contoh paling sederhana adalah penggunaan kata tolong dalam setiap kalimat permintaan.

    Orang tua dilarang keras mengulang kata kasar yang sudah terlontar dari mulut batita, meski dengan maksud membandingkan kata yang salah dengan kata yang benar. “Kata kasar yang diulang-ulang malah bisa nempel dalam ingatan mereka,” ujar Angesty.

    CHETA NILAWATY

    Berita lainnya:
    Kiat Bersihkan Pecahan Kaca yang Berserakan
    Asisten Ungkap Rahasia di Sepatu Jackie Kennedy
    Bocah Obesitas Arya Permana Jalani Bedah Bariatrik, Apa Hasilnya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.