Jurus Annisa Bahar Lindungi Buah Hatinya dari Narkoba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anisa Bahar. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    Anisa Bahar. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyalahgunaan narkoba saat ini tak mengenal batasan, entah itu dari segi umur, jenis kelamin, hingga pekerjaan. Bahkan kalangan artis sekalipun sangat rentan terjerat narkoba.

    Jadwal aktivitas yang padat mengharuskan mereka memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan rasa percaya diri yang penuh. Fakta ini menjadi celah bagi masuknya narkoba yang sering digunakan sebagai pendongrak kepercayaan diri para selebritis.

    Kabar baiknya, tidak semua artis akrab dengan narkoba. Banyak di antaranya yang takut bersentuhan dengan barang haram tersebut. Annisa Bahar salah satunya.

    Diakui Annisa Bahar, dirinya sering dihantui perasaan was-was anaknya terjerumus pergaulan yang salah. Pemilik goyang patah-patah itupun selalu berusaha untuk mengontrol dan mengimbau sang buah hati agar tidah bersentuhan dengan narkoba.

    ADVERTISEMENT

    "Waktu itu pernah ada teman yang meninggal karena narkoba, ada juga yang meninggal karena pergaulan bebas. Jadi aku ajak anakku untuk nyelawat, itu supaya mereka lihat kalau narkoba itu pilihannya hanya dua; kematian atau penjara," ujar Annisa Bahar di bilangan Jakarta Selatan, Kamis, 4 Mei 2017.

    Annisa menganggap anak-anaknya cukup dewasa untuk memutuskan dan mempertanggungjawabkan sendiri apa yang mereka lakukan.

    "Aku nggak berusaha menutupi dampaknya, justru sengaja aku bawa mereka ke tempat melayat supaya mereka bisa melihat sendiri dan memikirkan baik-baik bagaimana dampak terburuk dari penggunaan narkoba," katanya.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Mengungkap Sisi Keibuan Melania Trump
    Posisi Anak dari Pasangan Nikah Siri dan Kawin Kontrak
    7 Makanan Pantangan buat Ibu Hamil di 3 Bulan Pertama


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.