Dua Biang Keladi Nyeri Saat Haid dan Cara Mengatasinya

Reporter

Ilustrasi nyeri haid. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta -Ada kalanya saat menstruasi, wanita mengalami nyeri yang bisa menurunkan kualitas hidup perempuan. Padahal menstruasi yang normal tidak menimbulkan keluhan berat. Untuk mengatasi keluhan ini disesuaikan dengan kondisi pasien.

Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi Muhammad Dwi Priangga ada dua jenis nyeri haid hebat. Jenis yang pertama adalah dismenorea primer, yakni nyeri yang muncul dari awal menstruasi dan mereda pada hari-hari berikutnya. "Untuk mencegahnya, minumlah obat pereda nyeri atau air perasan kunyit satu atau dua hari sebelum haid."

Sedangkan dismenorea sekunder adalah nyeri yang muncul selama masa haid dan tidak berkurang intensitasnya. Biasanya, nyeri yang menetap ini dipicu endometriosis alias pertumbuhan jaringan abnormal di dalam rahim, indung telur, atau luar rahim.

Penanganan endometriosis disesuaikan dengan kondisi pasien. Bagi pasien remaja dapat diberikan obat pereda nyeri dan terapi hormonal, seperti pemberian pil KB kombinasi. Sedangkan terhadap pasien yang sudah menikah dan ingin mempunyai anak, dokter akan melakukan penanganan secara holistik. Artinya, kesehatan reproduksi pasien akan diperiksa secara menyeluruh sebelum diambil tindakan.

"Kalau langsung dibedah, bisa mempengaruhi kesuburannya. Pabrik sel telur bisa jauh berkurang ketika kami mengangkat kista cokelatnya," Angga menerangkan. Dia menyarankan pasien yang ingin memiliki anak mengikuti program bayi tabung sebelum menjalani operasi pengangkatan kista.

Direktur Utama Bamed Health Care, dokter Yassin Yanuar, menimpali, sebanyak 30-50 persen perempuan yang mengalami nyeri haid berat, konsisten, dan cenderung semakin nyeri disebabkan endometriosis. Dia mengungkapkan, belum ada penelitian yang memastikan bahwa mengkonsumsi makanan tertentu dapat mengatasi endometriosis. Namun trennya adalah meningkatkan peran multivitamin dan mineral serta antioksidan. "Terapi berbasis nutrisi belum menjadi penatalaksanaan. Endometriosis sangat hormonal," kata dia.

MARTHA WARTA SILABAN

Berita lainnya:
3 Macam Gangguan Menstruasi pada Wanita
Produk Kesehatan Mengandung Perak, Apa Manfaatnya
Waspada Game yang Picu Pemainnya Bunuh Diri






CISDI Kritik Pasal Pidana soal Alat Kontrasepsi di RKUHP: Beri Dampak Buruk

3 hari lalu

CISDI Kritik Pasal Pidana soal Alat Kontrasepsi di RKUHP: Beri Dampak Buruk

CISDI menyampaikan kritik atas dua pasal kesehatan di Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).


Berapa Lama Terjadi Kehamilan setelah Bercinta?

25 Agustus 2022

Berapa Lama Terjadi Kehamilan setelah Bercinta?

Kesehatan umum dan reproduksi juga berperan dalam menentukan apakah kehamilan bisa terjadi dengan cepat atau tidak.


Pentingnya Persiapan Pasangan sebelum Menikah demi Kesehatan Reproduksi

28 Juni 2022

Pentingnya Persiapan Pasangan sebelum Menikah demi Kesehatan Reproduksi

Persiapan untuk berkeluarga perlu dimulai sejak memasuki usia remaja. Salah satu tujuannya menjaga kesehatan reproduksi kelak.


Salmon hingga Asparagus, Ini 9 Makanan yang Perlu Dikonsumsi saat Program Hamil

1 Mei 2022

Salmon hingga Asparagus, Ini 9 Makanan yang Perlu Dikonsumsi saat Program Hamil

Makanan mempengaruhi kesehatan reproduksi, ditambah dengan faktor gaya hidup dan tingkat stres. Jadi coba makanan ini saat ingin hamil.


Ransomware lagi di AS, Data 400 Ribu Pasien Kesehatan Reproduksi Bocor

3 Desember 2021

Ransomware lagi di AS, Data 400 Ribu Pasien Kesehatan Reproduksi Bocor

Serangan ransomware berdampak pada data pribadi sekitar 400 ribu pasien di fasilitas itu bisa diakses hacker.


Jenis Diet Terbaik untuk Kesehatan Reproduksi Menurut Ahli

22 Agustus 2021

Jenis Diet Terbaik untuk Kesehatan Reproduksi Menurut Ahli

Banyak faktor yang membantu mendukung kesehatan reproduksi juga merupakan faktor yang mengoptimalkan umur panjang secara keseluruhan


Dampak Buruk Perkawinan Anak Menurut KPPPA

17 Februari 2021

Dampak Buruk Perkawinan Anak Menurut KPPPA

KPPPA menyebut perkawinan anak memiliki dampak buruk bagi si anak, keluarga, bahkan negara. Selain itu, berbahaya bagi kesehatan reproduksi.


Setelah Umumkan Kehamilan, Halsey Pamer Bekas Luka Operasi Endometriosis

30 Januari 2021

Setelah Umumkan Kehamilan, Halsey Pamer Bekas Luka Operasi Endometriosis

Halsey agresif mengobati endometriosisnya karena merencanakan sebuah keluarga.


Halsey Hamil Anak Pertama, Setelah Berjuang dengan Endometriosis

28 Januari 2021

Halsey Hamil Anak Pertama, Setelah Berjuang dengan Endometriosis

Halsey termasuk selebriti yang terbuka dengan kesehatan reproduksinya


Pemenang SATU Indonesia Awards 2020 Angkat Pendidikan Kesehatan Reproduksi

11 Desember 2020

Pemenang SATU Indonesia Awards 2020 Angkat Pendidikan Kesehatan Reproduksi

Pendiri Tenggara Youth Community, Mariana Yunita Hendriyani Opat menjadi pemenang SATU Indonesia Awards 2020.