7 Isi CV yang Tunjukkan Anda Tidak Profesional

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi resume/CV. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Jika berpikir wawancara kerja adalah bagian terpenting untuk mendapatkan pekerjaan, maka Anda keliru. Ada bagian yang juga penting, yaitu curriculum vitae atau daftar riwayat hidup dan surat lamaran kerja.

Sebelum mendapat panggilan untuk wawancara, resume adalah pentunjuk pertama yang mencerminkan siapa Anda. Jika menurut mereka surat lamaran kerja dan daftar riwayat Anda memenuhi kriterianya, maka siap-siap menapak ke tahap selanjutnya.

Bagaimana cara agar resume Anda bisa mencerminkan profesionalitas? Apa saja yang sebaiknya dicantumkan dan tidak dalam resume? Mengutip dari Allwomenstalk, berikut ini 7 unsur yang tidak boleh Anda cantumkan pada resume:

1. Informasi tidak relevan
Ingat, Anda sedang membuat resume, bukan novel. Resume tak harus panjang. Format resume yang paling disarankan adalah pendek, sederhana, tapi informatif. Sebaiknya hapus segala keterangan yang tak relevan dan tidak berkaitan dengan pekerjaan yang dituju.

Fokuslah pada keterampilan yang berhubungan dengan pekerjaan, kualitas, dan pengalaman kerja Anda. Ketika dipanggil untuk proses wawancara, berpeganglah pada fakta yang tertera di dalam resume tadi.

2. Unsur negatif dan kebencian
Lupakan semua pengalaman kerja yang buruk yang pernah Anda alami di masa lalu. Jangan curhat dan menceritakan hal-hal buruk sehingga berkonotasi negatif pada resume Anda, walaupun itu yang sebenarnya Anda alami dan rasakan. Sebaliknya, cantumkan hal-hal yang positif pada resume dan tunjukkan betapa berharganya Anda sehingga layak dipekerjakan.

3. Hal yang disukai
Perusahaan tidak perlu tahu film favorit, aktor, nama-nama hewan peliharaan Anda, serta berbagai informasi yang tak sesuai dengan posisi yang dituju dan kebutuhan perusahaan. Kebanyakan orang cenderung jatuh ke dalam perangkap di mana mereka mencantumkan berbagai kegiatan yang disukai dalam resume. Beberapa hobi yang masih bisa ditoleransi dalam resume, contoh, membaca buku, berkebun, dan olahraga.

4. Lelucon
Memasukkan lelucon ke dalam resume menjadi cermin Anda tidak profesional, bahkan konyol. Mungkin Anda berpikir mencantumkan lelucon akan membuat resume berbeda, unik, dan bisa menghibur tim rekrutmen perusahaan. Tapi jika Anda membutuhkan pekerjaan, ini adalah satu kesalahan besar karena resume akan langsung berakhir di tempat sampah.

5. Bohong
Gunakan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan bakat Anda. Misalnya, Anda menyebutkan “fasih berbahasa Jerman” dalam resume. Jangan berpikir perusahaan, atasan, atau rekan kerja tak peduli pada kemampuan itu. Bagaimana jika suatu saat Anda mendapat klien dari Jerman dan dipercaya untuk berhubungan dengan klien itu. Ternyata, kemampuan berbahasa Jerman Anda dibawah rata-rata. Memalukan, bukan?

6. Masalah kesehatan
Masalah kesehatan yang pernah Anda alami atau hal-hal yang tidak mempengaruhi kemampuan dalam melakukan tugas sebaiknya tetap disimpan sebagai urusan pribadi. Jika perusahaan tidak bertanya, tak perlu disampaikan. Sebab, Anda bisa saja dipecat hanya karena alasan kesehatan.

7. Alamat email tidak profesional
Anda mungkin tipe orang yang memilih membuat akun surat elektronik dengan nama unik supaya berbeda dan mudah diingat. Namun alamat email bisa menunjukkan kadar profesionalitas Anda. Sebaiknya, buat alamat email baru yang terdiri dari huruf pertama nama Anda, nama belakang, dan angka.

ALLWOMENSTALK | LUCIANA

Berita lainnya:
3 Bahasa Asing yang Dianggap Sulit Dipelajari
Chicco Jerikho dan Kebugaran, Apa Rahasianya?
5 Sebab Sulit Tepat Waktu dan Ketahui Solusinya






Bukan Cuma Butuh Skill, Ini Tips Bangun Karier untuk Generasi Muda

34 hari lalu

Bukan Cuma Butuh Skill, Ini Tips Bangun Karier untuk Generasi Muda

Generasi muda saat ini dinilai sudah banyak yang memiliki skill baik. Simak tips penting yang perlu dilatih untuk bangun bisnis sendiri.


Cerita Florence Pugh Banyak Orang Ingin Mengubah Dirinya di Awal Karier

37 hari lalu

Cerita Florence Pugh Banyak Orang Ingin Mengubah Dirinya di Awal Karier

Florence Pugh mengawali karier di industri film sejak berusia 19 tahun


Paulina Porizkova Cerita Perubahan Hidupnya Semakin Tua Semakin Keren

43 hari lalu

Paulina Porizkova Cerita Perubahan Hidupnya Semakin Tua Semakin Keren

Paulina Porizkova berterus terang tentang penuaan, bahwa dia memiliki kerutan dan tidak membuatnya terlihat jelek


Eva Mendes Selektif Pilih Proyek Film agar Bisa Lebih Banyak Waktu Bersama Anak

58 hari lalu

Eva Mendes Selektif Pilih Proyek Film agar Bisa Lebih Banyak Waktu Bersama Anak

Eva Mendes memiliki dua putri dengan Ryan Gosling, dia selektif terima proyek film dan memilih bisnis yang lebih fleksibel.


Constance Wu Menjadi Ibu Memperbaiki Hubungan yang Renggang dengan Ibunya

59 hari lalu

Constance Wu Menjadi Ibu Memperbaiki Hubungan yang Renggang dengan Ibunya

Constance Wu mengungkapkan lebih banyak detail dari memoar barunya yang sangat pribadi Making a Scene


Tak Menemukan Kebahagiaan dalam Pencapaian Bekerja, Apa Itu Arrival Fallacy?

29 September 2022

Tak Menemukan Kebahagiaan dalam Pencapaian Bekerja, Apa Itu Arrival Fallacy?

Arrival fallacy biasanya hanya memiliki pola pikir berorientasi pencapaian bekerja


Pencapaian Bekerja Keras dan Uang Apakah Pasti Kebahagiaan?

29 September 2022

Pencapaian Bekerja Keras dan Uang Apakah Pasti Kebahagiaan?

Arrival fallacy sebutan dalam Bahasa Inggris untuk menggambarkan tujuan yang tercapai setelah bekerja keras tak ada rasa bahagia


Bagi Charlize Theron Menjadi Ibu Lebih Penting daripada Ketenaran

23 September 2022

Bagi Charlize Theron Menjadi Ibu Lebih Penting daripada Ketenaran

Charlize Theron merasa lebih tertantang membuat roti panggang seenak buatan tetangganya


Cerita Brooke Shields Mendirikan Perusahaan di Usia 57 dan Mematahkan Stigma Penuaan

21 September 2022

Cerita Brooke Shields Mendirikan Perusahaan di Usia 57 dan Mematahkan Stigma Penuaan

Brooke Shields juga ingin mengubah status quo di ruang kecantikan, terutama jika menyangkut terminologi seputar penuaan


Gisele Bundchen Ingin Tom Brady Ikut Andil Mengasuh Anak-anaknya

14 September 2022

Gisele Bundchen Ingin Tom Brady Ikut Andil Mengasuh Anak-anaknya

Rumor keretakan rumah tangga antara Tom Brady dan Gisele Bundchen meningkat bulan lalu