Perlukah Mencuci Buah dan Sayur Kalengan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustasi sayur kalengan. foodnavigator-usa.com

    Ilustasi sayur kalengan. foodnavigator-usa.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menumpuk buah dan sayur dalam kemasan kaleng di rumah untuk persediaan sudah biasa dilakukan. Ketika membutuhkannya sewaktu-waktu, kita tinggal membuka kaleng dan mengolah isinya.

    Selain awet, cara mengkonsumsi buah dan sayuran kalengan pun praktis. Dikemas dalam kaleng tertutup, buah dan sayuran sudah dalam kondisi siap pakai dan dalam kondisi matang. Jagung misalnya, sudah dipipil rapi. Tidak ada lagi bonggol yang mengganggu atau sampah kulit dan rambut jagung. 

    Namun demikian, sebaiknya buah dan sayur yang dikemas di dalam kaleng dicuci dulu sebelum diolah. Mengutip laman Mashed, meski dikemas dalam wadahsteril bukan berarti buah dan sayuran kalengan tidak perlu dicuci lagi.

    Sebelum diolah, sebaiknya buah dan sayuran kalengan dicuci terlebih dulu. Sebab, buah dan sayuran kaleng diawetkan dengan air garam dan penyimpanan dalam waktu lama menyebabkan kadar sodium meningkat.

    ADVERTISEMENT

    Terlalu banyak asupan sodium sama bahayanya dengan kekurangan sodium. Jika menkgonsumsinya berlebihan, dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Artinya risiko penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal, dan lain-lain meningkat. Sebab itu, akan jauh lebih baik jika buah dan sayuran kalengan dicuci terlebih dulu.

    Caranya, keluarkan semua isi buah dan sayuran dari kalengnya. Lalu, basuh di bawah air dingin yang mengalir sambil sedikit diaduk-aduk untuk menghilangkan residu garam. Terakhir, kurangi kelebihan air menggunakan paper towel sebelum diolah atau dikonsumsi.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:

    Pilih 6 Camilan yang Tak Bikin Gemuk
    Produk Kesehatan Mengandung Perak, Apa Manfaatnya
    Jenis Makanan Kaleng yang Harus Dihindari karena Berbahaya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.