Posisi Anak dari Pasangan Nikah Siri dan Kawin Kontrak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua bertengkar di depan anak-anak. betterparenting.com

    Ilustrasi orang tua bertengkar di depan anak-anak. betterparenting.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawin siri dan kawin kontrak merupakan status perkawinan yang tidak tercatat oleh pemerintah. Ada beragam alasan seorang wanita mau melakukan kawin kontrak atau kawin siri. Jika dari perkawinan itu membuahkan anak, status si anak tetap menjadi buah hati dari pasangan tersebut dan tercatat oleh nagara sehingga mendapatkan akta kelahiran.

    Psikolog anak dan praktisi Theraplay dari PION Clinician, Astrid Wen mengatakan anak dari nikah siri atau kawin kontrak tetap harus mempunyai hubungan dengan kedua orang tuanya, meski mereka telah berpisah. “Agar anak tumbuh optimal, anak perlu hadir dalam lingkungan yang aman,” ujarnya.

    Yang dimaksud lingkungan aman, menurut Astrid, adalah kehadiran kedua orang tua, keharmonisan, hubungan yang sehat, penuh kasih sayang, dan memiliki komunikasi yang terbuka di antara mereka. Masalahnya, dalam status nikah siri atau kawin kontrak, pihak lelaki kerap tak mau mengakui anak.

    Jika begini kondisinya, maka anak perlu melakukan tes DNA untuk mengetahui statusnya. Selain itu, tes DNA bertujuan anak mendapat hak-haknya yang menjadi tanggung jawab orang tua.

    ADVERTISEMENT

    Anak yang tidak mendapatkan pengakuan dan pengasuhan yang patut, menurut Astrid, rentan mengalami gangguan psikologis karena diabaikan kebutuhannya. Pengabaian anak muncul karena kelalaian orang tua atau pengasuh lainnya yang berakibat menghilangkan kebutuhan dasar anak-anak yang sesuai usianya dan membahayakan fisik atau psikis anak tersebut.

    “Bentuk kelalaian ini dapat berdampak pada anak, diantaranya tekanan psikologis dan gejala yang mengandung kemungkinan untuk masalah gangguan mental, gejala yang signifikan untuk masalah perkembangan fisik, psikologis, kognitif, atau sosial anak,” kata Astrid.

    Kini, status hukum anak hasil nikah siri sah secara hukum. Undang-undang No. 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan memungkinkan anak dari hasil nikah siri mendapatkan haknya, seperti memperoleh akta kelahiran. Tata caranya pun sama dengan cara memperoleh akta kelahiran pada umumnya.

    DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:

    5 Sebab Sulit Tepat Waktu dan Ketahui Solusinya
    Apa Saja Kebaikan Minum Air Putih Saat Bangun Pagi

    7 Makanan Pantangan buat Ibu Hamil di 3 Bulan Pertama


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.