Bekerja dari Rumah Memang Asyik, tapi Ada 7 Godaannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bekerja dengan piyama atau pakaian tidur. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita bekerja dengan piyama atau pakaian tidur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerja dari rumah mungkin menjadi ide menyenangkan bagi Anda. Tidak perlu buru-buru bangun pagi demi menghindari kemacetan atau berdandan.

    Kendati terdengar menggiurkan, bekerja di rumah tidak selamanya menyenangkan. Produktivitas, fokus, dan rasa kebersamaan dengan rekan kerja mungkin tidak didapatkan seperti saat bekerja di kantor. Ternyata work-life balance juga perlu dicapai bagi Anda yang memutuskan bekerja di rumah.

    Berikut ini tujuh tantangan bekerja di rumah dan cara mengatasinya agar Anda tetap bahagia sebagai pekerja rumahan.

    1. Produktivitas
    Tetap fokus selama di kantor kadang sulit dilakukan. Namun suasana kerja dan struktur yang ada di kantor tanpa sadar membuat Anda bisa fokus. Ritual selama ke kantor, seperti berangkat kerja, sebetulnya menjadi kebiasaan baik. Tanpa sadar, Anda mengatur diri tetap aktif selama di kantor.

    ADVERTISEMENT

    Jika Anda bekerja dari rumah, cobalah memanfaatkan lima menit pertama pada pagi hari untuk berolahraga atau menulis. Buatlah ritual yang membantu mengurangi stres.

    2. Mengenakan pakaian santai sepanjang hari
    Mengenakan pakaian santai memang menyenangkan dan justru bikin tubuh terlena lalu ingin berleha-leha. Karena itu, meski bekerja di rumah, tetaplah berpakaian seperti hendak bekerja. Meskipun tidak ada siapa pun di rumah, sebaiknya tetap mandi serta berpakaian rapi dan bagus layaknya seorang profesional yang siap bertemu klien pada pagi hari.

    3. Distraksi
    Bekerja di rumah membuat Anda lebih mudah terdistraksi, seperti cucian piring menumpuk, tergoda menonton acara televisi, dan mengecek akun media sosial. Cobalah mematikan telepon atau e-mail selama 45 menit untuk serius bekerja. Pasanglah waktu ketika Anda harus bekerja dan beristirahat. Buatlah tubuh dan otak terbiasa dengan pola itu.

    4. Merasa selalu bekerja di rumah
    Uniknya, Anda yang bekerja dari rumah justru merasa terus bekerja sampai lembur. Bandingkan dengan ketika pergi ke kantor, akan ada saat semua orang berangsur-angsur pulang dan melepaskan beban pekerja untuk beristirahat di rumah.

    Di rumah, Anda mungkin melihat ruangan dan hal yang sama setiap hari. Karena itu, buatlah peraturan kapan mulai bekerja dan selesai. Aturan ini juga mencakup kapan waktu teman berkunjung ke rumah, menerima telepon, dan apa saja yang tidak boleh dilakukan selama bekerja atau beristirahat.

    5. Sering diganggu
    Teman datang atau mengundang Anda tiba-tiba ke suatu acara? Kuncinya, batasi ekspektasi mereka terhadap Anda. Cobalah gunakan kalimat “Duh, saya ingin sekali tapi…” atau “Saya ada deadline besok, sayang sekali”. Sah-sah saja menggunakan kalimat itu agar teman tidak semena-mena datang atau mengundang Anda nongkrong di waktu bekerja.

    6. Berat badan
    Ketika Anda merasa tertekan atau sedikit bosan, dapur atau lemari es di rumah sangat mudah dijangkau. Terlalu sering duduk juga membuat Anda kian malas bergerak. Solusinya, buat jadwal kapan makan dan mengunyah camilan dan tetap ikuti aturan itu. Kunci bekerja di rumah adalah disiplin dalam segala hal.

    7. Kesepian
    Interaksi sosial mungkin lebih sulit dilakukan jika bekerja di rumah. Tetaplah berusaha berhubungan dengan teman-teman dan rekan kerja. Sisihkan waktu untuk berhubungan dengan mereka, entah itu lewat media sosial atau bertemu langsung dengan mereka. Tetap tunjukkan perhatian sesibuk apa pun pekerjaan dan sedekat apa pun deadline Anda.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lain:
    5 Cara Ungkapkan Rasa Sayang Kepada Anak

    Apa Kata Zodiak soal Percintaan di Bulan Mei Ini?
    Manfaatkan Jahe untuk Kesehatan dan Kecantikan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.