Selasa, 25 September 2018

Agar Belanja Online Tak Bikin Kecanduan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online. shutterstock.com

    Ilustrasi belanja online. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Belanja secara online sudah menjadi gaya hidup sekarang ini. Caranya yang mudah, praktis, dan tidak melelahkan membuat belanja online menjadi pilihan banyak orang.

    Karena keunggulannya tersebut, belanja online membuat kecanduan. Lantas, adakah cara agar kebiasaan belanja online tidak berlanjut menjadi candu? Trik-trik berikut mungkin bisa membantu Anda:

    1. Berhenti langganan iklan online
    Ketika berlangganan dengan memilih menu subscribe, laman belanja akan mengirimkan iklan secara berkala ke akun surat elektronik Anda. Untuk menghindari godaan membuka laman belanja, berhentilah berlangganan dengan mengklik menu unsubscribe. Atau, Anda bisa menandai surat penawaran atau promosi itu sebagai “spam” atau “trash” agar tidak mudah terbaca di kotak masuk email.

    2. Blokir akses internet ke laman belanja favorit
    Jika Anda terlalu mudah tergoda membuka laman belanja daring, beranikan diri memblokir laman dan akun belanja di meda sosial.

    3. Hapus aplikasi belanja online dari ponsel
    Aplikasi belanja daring biasanya menawarkan voucher atau potongan harga untuk setiap pengunduh aplikasinya. Ini godaan yang berat. Namun percayalah, jika Anda mengunduh lalu ketagihan belanja, nilai voucer atau diskon yang diperoleh pada awalnya tak akan sebanding dengan nilai belanja Anda berikutnya.

    4. Temukan akar masalah
    Penelitian Sekolah Bisnis Universitas Michigan pada 2013 menunjukkan berbelanja dan memilih barang dapat mengurangi rasa sedih dan stres. Namun ingat, belanja hanya mengalihkan kesedihan dengan sifat kesenangannya yang sesaat. Yang penting dilakukan, menemukan apa akar masalah yang membuat Anda sedih atau stres, lalu cari solusinya.

    5. Buat batasan
    Ada orang yang membatasi jumlah pengeluaran berdasarkan limit kartu kredit, ada yang menerapkan sistem pembagian uang belanja menggunakan amplop (uang digunakan sesuai kebutuhan yang tertera di amplop), ada pula yang membuat batasan harga barang tertinggi yang boleh dibeli. Entah lebih cocok dengan metode mana, yang jelas disiplin dan berkomitmen pada pilihan Anda.

    6. Minta bantuan ahli
    Pendiri laman konsultasi keuangan moneysmartlatina.com, Athena Lent, pernah mengalami kecanduan belanja ketika remaja dan baru sembuh setelah melalui terapi dan pengobatan. “Ketika saya menemukan titik masalah dan mencari bantuan, yang mencakup terapi dan medikasi untuk menyembuhkan kecemasan dan depresi, keadaan menjadi lebih baik,” ujar Athena.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:

    5 Kesalahan Saat Pakai Face Oil
    Kisah Masa Kecil Shareefa Danish yang Di-bully


    Rambut Pendek Itu Praktis, tapi Tetap Butuh Perhatian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.