Strategi Makan demi Bentuk Tubuh Ideal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Makanan yang dimasak dengan minyak goreng. sxc.hu

    Makanan yang dimasak dengan minyak goreng. sxc.hu

    TEMPO.COJakarta - Prinsip untuk memiliki berat badan ideal, yang terbentuk dari asupan yang masuk ke tubuh seimbang dengan aktivitas yang dilakukan, akan membuat berat badan seseorang ideal. Praktisi gizi klinik, Rita Ramayulis, mengungkapkan, ada beberapa strategi untuk mencegah obesitas sehingga mendapat berat badan yang ideal. 

    Strategi pertama adalah mengurangi konsumsi makanan yang digoreng dan menggantinya dengan makanan yang diolah tanpa minyak atau menggunakan sedikit minyak. “Strategi kedua adalah mengutamakan protein rendah lemah dan tidak mengkonsumsi protein tinggi lemak,” kata Rita.

    Strategi ketiga dengan mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang manis serta menjaga takaran gula sebagai campuran ke dalam makanan dan minuman. Untuk menggantinya, biasakan konsumsi buah sebagai pengganti rasa manis.

    “Terakhir, cobalah sediakan selalu sayur dan buah setiap makan utama. Untuk pengolahan sayur sendiri tidak menggunakan banyak minyak dan santan yang kental,” ucapnya.

    ADVERTISEMENT

    Tak hanya itu, kita harus mengutamakan memilih buah untuk makan selingan dan dalam keadaan utuh tanpa menambahkan gula apabila ingin dijus. “Jangan lupa juga untuk berpikir selalu melakukan aktivitas sekecil apa pun sesudah makan, sesudah mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak atau gula, bergerak apabila pekerjaan lebih banyak duduk,” tuturnya.

    BISNIS

    Artikel lain: 
    6 Hal yang Bikin Lawan Jenis Tertarik Kepadamu
    Berat Badan Berkaitan dengan Risiko Terserang Migrain
    Merasa Kesal dan Murung, Anda Wajib Belajar dari Anak-anak



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.