Kenapa Anak Perempuan Mesti Disuntik Vaksin HPV

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kanker serviks. shutterstock.com

    Ilustrasi kanker serviks. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan data Globocon pada 2012 yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, setiap jam ada satu orang wanita Indonesia yang meninggal akibat kanker serviks dan diprediksi ada 58 kasus baru yang timbul setiap harinya.

    Untuk itu, Ketua Umum Working Group on HPV, dr. Andrijono, mendesak pemerintah memasukkan pemberian vaksin HPV atau Human papillomavirus ke program Jaminan Kesehatan Daerah atau Jaminan Kesehatan Nasional untuk merealisasikan Indonesia bebas kanker, khususnya kanker serviks, dalam 10 tahun mendatang. Baca: Kondisi Julia Perez Naik-Turun, Ketahui Fase Kanker Serviks

    Vaksinasi HVP bisa dilakukan sejak anak perempuan duduk di kelas lima sekolah dasar atau SD. Sebab pada usia tersebut sistem imun anak berada dalam kondisi prima, sehingga mereka hanya memerlukan dua dosis vaksin. Baca juga: Tes IVA, Cara Mudah Mendeteksi Kanker Serviks

    Faktor biaya juga menjadi alasan lain. Harga standar satu dosis vaksin ini mencapai Rp 750 ribu, tetapi harga jual di pasar bisa mencapai lebih dari Rp 1 juta sebab Indonesia belum bisa memproduksi sendiri vaksin HPV. Artikel lainnya: Kanker Indung Telur, Kenali Lebih Dini!

    ADVERTISEMENT

    “Usia sepuluh tahun itu sistem kekebalan tubuhnya sangat bagus sekali. Dosis yang diperlukan hanya dua, sedangkan di atas 14 tahun 3 dosis, dan protektifnya cukup panjang sampai sudah masuk tahun ke -16. Jadi, sampai 16 tahun tidak pakai booster, diharapkan bisa sampai 20 tahun. Ini mengurangi biaya 30 persen dibandingkan 3 dosis,” kata Andrijono.

    Selain sistem imun, maraknya pernikahan di usia dini juga menjadi alasan kenapa vaksin HPV harus diberikan sesegera mungkin bagi anak perempuan.

    Kepala Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia Provinsi DKI Jakarta, dr Venita menyampaikan, vaksinasi HPV merupakan investasi kesehatan bagi anak-anak, khususnya remaja. Pemberian vaksin bisa memberi perlindungan di tengah gampangnya penyebaran virus HPV 16 dan 18 yang bisa hanya melalui sentuhan kulit.

    “Setidaknya kalau sudah vaksin sejak remaja kita bisa lebih tenang karena sudah ada perlindngan ekstra saat dia memasuki usia menikah nantinya,” katanya. Dia juga mengimbau bagi para wanita yang sudah aktif secara seksual untuk rutin melakukan pemeriksaan diri guna mencegah timbulnya kanker serviks.

    HPV merupakan sejenis virus yang menjadi pemicu berbagai jenis kanker. HPV terdiri dari sekitar 100 tipe. Namun, hanya 20 di antaranya yang sudah diketahui terbukti sebagai pemicu kanker dan di antara kedua puluh tipe HPV tersebut HPV 16 dan HPV 18 yang paling banyak ditemukan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Selain menjadi tipe virus pemicu kanker, khususnya kanker serviks, HPV 16 dan HPV 18 juga menjadi yang paling ganas.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Pahami Risiko Jika Menunda Kehamilan
    Kulit Tangan Bisa Terlihat Lebih Tua Ketimbang Wajah
    Jangan Diremehkan Virus Rubella, Khususnya pada Ibu Hamil


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.