Kecanduan Belanja Online Bisa Merusak Hidup Anda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online/libur hemat. Shutterstock

    Ilustrasi belanja online/libur hemat. Shutterstock

    TEMPO.COJakarta - Seberapa sering Anda berbelanja lewat Internet? Berapa banyak akun toko online yang Anda ikuti di Instagram atau media sosial lain?

    Kemudahan mengakses Internet melahirkan fenomena baru, yakni maraknya belanja online. Kemudahan yang ditawarkan toko online membuat godaan berbelanja semakin besar. Hati-hati, jika kebablasan, Anda bisa terjebak menjadi pecandu belanja online.

    Kecanduan belanja online adalah problem nyata. “Hal ini terjadi ketika seseorang menghabiskan terlalu banyak waktu, energi, dan uang untuk berbelanja, atau bahkan hanya berpikir tentang belanja yang dapat merusak hidup secara serius,” tutur April Benson, PhD, psikolog spesialis gangguan perilaku gila belanja, sekaligus penulis buku To Buy or Not to Buy, yang berdomisili di New York, Amerika Serikat.

    Kecanduan belanja online tidak hanya mempengaruhi kehidupan pribadi, tapi juga dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga, hubungan dengan keluarga, teman, sampai rekan kerja. “Bisa karena Anda menghabiskan dua jam istirahat siang untuk berselancar di laman eBay atau bahkan dipecat karena belanja online seharian alih-alih bekerja,” kata Benson.

    ADVERTISEMENT

    Mengapa belanja bisa menyebabkan kecanduan? “Belanja dapat menstimulasi hormon yang memberikan perasaan senang di otak,” kata Benson. Belanja juga bisa menjadi kegiatan untuk mengalihkan rasa bosan, kesepian, dan stres. “Belanja online jauh lebih mudah membuat seseorang menjadi pecandu."

    Ketidaksadaran masyarakat akan bahaya kecanduan belanja online membuat angka kecanduan semakin tinggi. “Data menyebutkan 5,8 persen populasi di dunia bisa dikatakan sebagai pembeli kompulsif,” kata Benson. “Ini semakin lazim karena transaksi jual-beli online semakin populer.”

    TABLOID BINTANG

    Berita lainnya:
    Ayo Ajak Anak Makan Keju 
    Rumah Sakit Hijau Kelas Dunia Bakal Ada di Depok
    Kim Kardashian Makan Plasenta, Ketahui Manfaatnya



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.