Penyebab Orang Kecanduan Makan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makan pakai tangan. shutterstock.com

    Ilustrasi makan pakai tangan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Food craving alias kecanduan makan. Ini adalah gejala mengkonsumsi jenis makanan tertentu yang tak berhubungan dengan kebutuhan tubuh. Biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya emosional, hormonal, dan proses biokimia tubuh.

    Menurut Grace Judio-kahl, dokter cum praktisi gaya hidup sehat, bentuk food craving yang umum ditemui selain intensitas makan yang berlebih adalah makan camilan di waktu senggang. "Lambat laun menjadi kebiasaan makan yang tak sehat," ujar Grace di Jakarta.

    Celakanya, kata Grace, kebiasaan ngemil bisa memicu konsumsi berlebih pada bahan makanan yang bersifat adiktif, seperti gula, garam, lemak, gandum, dan kafein. Asupan itu masuk ke tubuh bukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan energi, melainkan merangsang otak untuk mengaktifkan sensasi kenikmatan. "Penelitian menyebutkan gula bisa seadiktif kokain," tutur dokter lulusan University of Tubingen, Jerman, itu.

    Soal gejala kecanduan ini, Grace mengatakan masyarakat Indonesia tanpa sadar mengalami adiksi pada karbohidrat. Ia sering mendengar ungkapan bahwa belum kenyang bila tak makan nasi. Di lain sisi karbohidrat pada nasi bisa memicu obesitas.

    ADVERTISEMENT

    Ia menyarankan agar masyarakat menerapkan pemeriksaan diri mandiri saat lapar. Hal itu membiasakan tubuh mengenali sumber rasa lapar. Kata Grace, ada rasa lapar yang dipicu oleh rangsangan visual, bau, dan otak. Nah, aktivitas makan yang ideal dipenuhi ketika rasa lapar timbul karena perut kosong, bukan dipicu oleh tiga rangsangan tersebut.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Resep Kue Sikaporo Khas Bugis
    Keajaiban pada Otak Anak di Usia 0-6 Tahun
    Jangan Abaikan Nyeri Haid karena Bisa Berdampak pada Kesuburan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.