Sarapan Sehat yang Bantu Turunkan Berat Badan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi porsi makanan. Shutterstock

    Ilustrasi porsi makanan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Cara menurunkan berat badan adalah dengan membuat perubahan gaya hidup yang realistis dan jangka panjang. Salah satunya dengan mengkonsumsi sarapan sehat setiap pagi.

    Lalu, seperti apa sarapan yang sehat itu? Cobalah ikuti tiga aturan sarapan berikut jika ingin memiliki tubuh langsing.

    #Sarapan setelah bangun tidur
    Beberapa penelitian menemukan fakta bahwa sarapan bisa meningkatkan metabolisme tubuh. Pastikan untuk sarapan 30-60 menit setelah bangun tidur untuk mendapatkan manfaat pembakaran lemak tubuh yang maksimal. Sarapan dengan segera memastikan kita tidak kelaparan dan membuat pilihan buruk saat makan siang.

    #Banyak konsumsi protein
    Menu sarapan yang tinggi protein , seperti telur dan yogurt yunani, bisa menepis rasa lapar, mencegah kita makan terlalu banyak, sehingga bisa menurunkan berat badan. Sebuah studi menemukan fakta bahwa wanita yang mengkonsumsi telur saat sarapan berat badannya turun dua kali lipat dibanding mereka yang sarapan dengan bagel.

    ADVERTISEMENT

    Protein pada telur meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar dan membantu kita mengkonsumsi kalori yang lebih sedikit. Makanan yang kaya protein juga membuat kita berenergi seharian karena mereka dicerna lebih lama dibanding menu sarapan lain.

    #Tambahkan pisang
    Sarapan yang kaya zat tepung membantu kita kenyang lebih lama, juga membakar kalori lebih banyak karena sarapan jenis itu meminta tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Zat tepung ditemukan pada pisang dan oats.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    5 Tanda Si Dia Tak Akan Menikahimu
    Sri Mulyani atau Megawati, Mana Lebih Populer di Media
    Penyebab Berat Badan Orang Stres Gampang Naik Susah Turun


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?