Kecanduan Video Game, Pengangguran Mengancam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak bermain video games di pengungsian di California (17/11). Sejumlah warga terpaksa mengungsi akibat kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut. Foto: AP/Mark J. Terrill

    Seorang anak bermain video games di pengungsian di California (17/11). Sejumlah warga terpaksa mengungsi akibat kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut. Foto: AP/Mark J. Terrill

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa sih yang nggak suka bermain video game? Pasti semua menyukai kegiatan menyenangkan ini, terutama remaja.

    Namun, selama ini video game selalu dijadikan penyebab malasnya anak-anak belajar hingga terjadinya obesitas.

    Tak hanya itu saja bahkan ada studi yang menyatakan bahwa bermain video game bisa mempengaruhi remaja menjadi menganggur.(Baca :Hari Kartini, CEO XL: Bertengger di Atas Menara

    Dikutip dari Menshealth, studi yang dilaporkan oleh para ilmuwan dari Princeton, University of Rochester dan University of Chicago menyatakan bahwa banyak anak muda tanpa gelar sarjana yang menganggur karena suka bermain video game.

    ADVERTISEMENT

    Hal itu pun sudah bermula sejak awal tahun 2000-an saat video game menjadi candu bagi banyak remaja. Dari hasil studi itu juga ditemukan bahwa anak muda itu rata-rata masih tinggal bersama keluarganya dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka hanya untuk bermain video game saja.

    "Selain dari TV dan menonton film, bermain game dan komputer adalah hobi utama dari anak muda yang berpendidikan rendah dan juga tanpa pekerjaan," tulis peneliti dalam laporannya.

    Salah satu penyebab banyak anak muda yang suka bermain video game adalah karena lebih menyenangkan dan tidak akan membuat bosan di waktu luang. Tentu saja hal itu bisa membuat para anak muda kecanduan hingga akhirnya malas belajar dan malas ngapa-ngapain dan berujung tidak bekerja.

    Namun, studi tersebut masihlah penelitian awal yang masih membutuhkan banyak penelitian lanjutan di masa depan. Para peneliti itu tidak menemukan bahwa anak muda yang pengangguran dikarenakan suka main video game saja, tapi ada juga faktor lainnya. Akan tetapi hubungan dari keduanya memang cukup terkait karena video game bisa mempengaruhi anak muda hingga ketagihan saat memainkannya.

    Jadi jangan sampai ketagihan main game hingga malas belajar dan bekerja. Jika kalian bisa mengatur waktu, pasti bermain video game tak akan memberikan dampak buruk.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga :
    Hari Kartini, Syahrini Sebut Nama Penyakit Baru
    Mengapa Suplemen Penambah Darah Penting untuk Ibu Hamil?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...