Kartini Jadi Ratu Toko Daring, Catherine Hindra Sutjahyo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Pengelola Zalora Indonesia, Catherine Hindra Sutjahyo. Dok/TEMPO/Dasril Roszandi

    Direktur Pengelola Zalora Indonesia, Catherine Hindra Sutjahyo. Dok/TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Belum setahun, Alfacart menjadi pemain besar perdagangan daring dengan mitra distributor terbanyak. Bisnis perdagangan dalam jaringan (daring) atau e-commerce bagi Catherine Hindra Sutjahyo bukan barang baru. Baca: Hari Kartini, Menlu Retno Marsudi: Keluarga adalah Inti Karier

    Lima tahun lalu dia sukses membangun Zalora, toko online yang berfokus pada jual beli produk fashion. Bersama rekannya Hadi Wenas, Catherine mendongkrak popularitas Zalora dengan 100 ribu penyuka di Facebook hanya dalam waktu enam bulan. Baca juga: Pesan Gus Dur untuk Khofifah dan Perempuan Kartini

    Menurut Catherine, perdagangan online adalah cara terbaik konsumen memiliki akses yang sama terhadap suatu produk. Pola perdagangan ini juga tanpa batas. Masyarakat di daerah berkembang bisa membeli barang dengan harga yang tak jauh beda dengan produk di kota-kota besar. "Hanya e-commerce yang bisa menyelesaikan itu," ujarnya.

    Sukses menempatkan Zalora sebagai salah satu e-commerce terpopuler, Catherine melirik multi usaha dalam bisnis daring. Dia bergabung dengan Tres Maria Capital. Di tempat baru ini, Catherine belajar tentang strategi investasi di seluruh rantai bisnis. Pekerjaan itu pernah dilakoninya pada saat menjadi konsultan di McKinsey & Company pada 2004. "McKinsey itu pekerjaan pertama terbaik saya karena exposure-nya."

    Dua tahun di Tres Maria Capital, Catherine dilamar PT Sumber Alfaria Trijaya alias Alfamart. Tugasnya merombak bisnis AlfaOnline agar penetrasi pasarnya meningkat. Alfamart menginisiasi situs itu sejak 2013. Tapi sayang, jumlahnya transaksinya minim dengan 1.500 transaksi per hari. Artikel lainnya: Kata Menteri Retno, Nila, dan Khofifah Ihwal Kartini di Birokrasi

    ADVERTISEMENT

    Manajemen Alfamart mendapuk Catherine sebagai kepala eksekutif (chief executive officer/CEO) AlfaOnline. Lulusan bisnis Nanyang Technological University ini langsung tancap gas. Dia mengubah AlfaOnline menjadi Alfacart.com pada Mei 2016. Konsep bisnis daring diubah. Catherine meluncurkan online to offline (O2O). Skema bisnis O2O menjagokan gerai offline sebagai penunjang transaksi di media daring.

    KORAN TEMPO

    Artikel lain:
    Dian Sastro: Kartini Itu Buandel


    Kartini dan 5 Perempuan Pahlawan Emansipasi

    Festival Kartini Peselancar Pakai Kebaya, Konsentrasi Pecah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.