Kata Menteri Retno, Nila, dan Khofifah Ihwal Kartini di Birokrasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi bersama Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek dan Penyanyi Maudy Ayunda saat membacakan surat Kartini pada acara

    Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi bersama Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek dan Penyanyi Maudy Ayunda saat membacakan surat Kartini pada acara "Panggung Para Perempuan Kartini" di Museum Bank Indonesia, Kota, Jakarta, 11 April 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Kartini pada 21 April, tiga menteri perempuan di Kabinet Kerja memberikan pandangan terhadap aparatur sipil negara perempuan, yang bekerja sekaligus menjalani peran sebagai istri dan ibu rumah tangga.

    Dalam acara Panggung Para Perempuan Kartini di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Selasa 11 April 2017, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan sudah tak ada lagi aral bagi perempuan untuk berkarier di birokrasi. "Saya sangat apresiasi pegawai negeri sipil perempuan karena mereka bisa mengatur waktu untuk keluarga, anak, dan sebagainya. Itu pekerjaan yang tidak mudah dan kompleks menurut saya," kata Nila.

    Nila lantas merefleksikan berbagai peran itu kepada diri sendiri. Ibu tiga anak ini tetap bertanggung jawab mendidik anak dan merawat suaminya, Faried Anfasa Moeloek. "Bahkan sekarang sampai (merawat) cucu," ujarnya.

    Baca: Kartini, Antara Kebaya dan Edukasi Habis Gelap Terbitlah Terang

    Nila meyakini semua peran yang diemban setiap perempuan bisa dikerjakan dengan baik asalkan pandai mengatur waktu dan diri. Hanya, dia mewanti-wanti perempuan untuk mengutamakan keluarga. "Kalau tidak memungkinkan (menggapai karier), kita bisa mundur satu langkah," katanya. "Barangkali tetap ada kesempatan berkarya tanpa harus keluar rumah."

    Selanjutnya: Menteri Khofifah sayangkan kultur patrilineal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.