Reza Rahadian Bilang Kartini Sekarang Bukan Soal Kesetaraan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reza Rahadian. TEMPO/Nurdiansah

    Reza Rahadian. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Memperingati Hari Kartini, aktor Reza Rahadian mengatakan bukan saatnya lagi kaum perempuan bicara tentang kesejajaran peran dengan kaum pria. "Sekarang tidak lagi memandang bagaimana wanita sejajar dengan pria, malah isu itu tak banyak dibicarakan," kata Reza kepada Tempo di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu 5 April 2017.

    Menurut pemeran Raden Mas Panji Sosrokartono -kakak Kartini ini, tidak mengemukanya perbincangan tentang kesetaraan antara kaum perempuan dengan laki-laki karena pada dasarnya memang sudah tidak sejajar. "Ada perempuan yang karier dan profesinya melebihi kaum pria," ujar Reza Rahadian. (Baca: Kartini di Mata Najwa Shihab: Ibu Kita Harum Namanya)

    Wanita masa kini, menurut Reza Rahadian, lebih mandiri, berkemauan keras, dan mereka tampak bangga dengan apa yang dilakukan. "Bahkan mungkin tidak sedikit laki-laki yang merasa insecure dengan kondisi ini," kata dia. (Baca juga: Dian Sastro Gonta-ganti Peran Sampai Akhirnya Jadi Kartini)

    Sementara itu, Dwi Sasono yang berperan sebagai Raden Adipati Joyodiningrat di film Kartini ini, mengatakan segala yang terjadi pada perempuan Indonesia tak lepas dari bagaimana kaum pria memandang wanita. "Tuhan menciptakan laki-laki dengan perempuan bukan untuk dibedakan meski secara kelamin iya (berbeda)," katanya.

    Dwi Sasono menjelaskan, setiap perempuan pasti punya mimpi, dan menjadi tugas laki-laki atau suami mendukung dan membantu mewujudkan mimpi tersebut. "Khususnya perempuan yang sudah berkeluarga," ujarnya. (Artikel lainnya: Hari Kartini, Peselancar Wanita Ditantang Beraksi dengan Kebaya)

    RINI K

    Berita lainnya:
    Kefir, Manfaatnya dari Anti Tumor sampai Obesitas
    Simak 7 Kebohongan yang Sering Dilakukan, Apa Dampaknya?
    Kartini Menyembah, Dian Sastro: Enggak Penting dan Bikin Capek

    Video Terkait: Surat dan Pemikiran Kartini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.