Obat Epilepsi Sebabkan Autisme, Begini Penelitiannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ayah dan ibu memeluk bayi. shutterstock.com

    Ilustrasi ayah dan ibu memeluk bayi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggunaan Valporate, obat anti-kejang untuk mengobati epilepsi, bagi ibu selama kehamilan terbukti berkaitan dengan peningkatan tajam autisme pada bayi, kata satu studi yang diterbitkan pada Rabu 24 April di jurnal American Medical Association (AMA).

    Valporate sebelumnya dikaitkan dengan peningkatan risiko cacat bawaan, dan terhambatnya perkembangan kognitif, tapi tidak banyak diketahui mengenai risiko gangguan serius pada syaraf kejiwaan.

    Beberapa peneliti di Aarhus University Hospital di Denmark memusatkan penelitian mereka pada 665.615 bayi yang dilahirkan periode 1996 hingga 2006.

    Usia rata-rata bayi itu pada akhir penelitian lanjutan mencapai 8,8 tahun. Selama masa studi ada 5.437 anak didiagnosis menderita gangguan spektrum austime, termasuk 2.067 yang menderita autisme pada masa anak-anak.

    ADVERTISEMENT

    Para peneliti tersebut mengidentifikasi para ibu dari 2.644 anak yang mengkonsumsi obat epilepsi selama kehamilan, termasuk 508 yang menggunakan Valporate.

    Mereka menyimpulkan, Valporate berkaitan dengan risiko pasti 4,42 persen gangguan spektrum autisme dan 2,50 persen autisme pada masa kanak-kanan, dibanding total risiko senilai 1,53 persen alami gangguan spektrum autisme dan 0,48 persen autisme pada masa kanak-kanak.

    "Buat perempuan yang berpotensi hamil dan menggunakan obat anti-epilepsi, temuan ini harus seimbang terhadap manfaat pengobatan itu buat perempuan yang memerlukan Valporate untuk mengendalikan epilepsinya," demikian laporan para peneliti Aarhus University Hospital.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.