Selasa, 20 Februari 2018

Kenali Tipe Penjilat di Tempat Kerja

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 18 April 2017 18:00 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kenali Tipe Penjilat di Tempat Kerja

    Ilustrasi beberapa pekerja sedang rapat serius. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Di lingkungan kerja ada saja seorang penjilat. Menurut Operations Manager PT Daya Talenta Indonesia--konsultan manajemen sumber daya manusia, Maya Indriastuti, pegawai tipe penjilat memang biasanya ada di tempat kerja.

    Penjilat adalah tipikal orang dengan kepribadian yang buruk. Biasanya tipe seperti ini memiliki kepercayaan diri yang rendah. Dengan demikian, untuk meningkatkan kepercayaan diri, ia mendekati atasan agar mendapat pengakuan dan diperlakukan lebih baik. "Ia haus perhatian orang lain, apalagi di pekerjaan yang menuntut kinerja tinggi," ujar Maya.

    Ciri yang lazim melekat pada seorang penjilat adalah cara berkomunikasinya yang cenderung memuji bila memiliki keinginan. Ia pun suka mengandalkan atau memanfaatkan rekan kerja untuk mengerjakan tugas yang seharusnya ia kerjakan.

    Tipe penjilat ini, menurut dia, akan berusaha mendekati dan mungkin menjatuhkan nama kompetitornya dalam pekerjaan. Motif pegawai tersebut adalah mendapat pengakuan, terlihat lebih baik dari kompetitor, dan bisa mendapat fasilitas tertentu karena dekat dengan pimpinan.

    Untuk menghindari perilaku karyawan semacam ini, Maya menyarankan agar manajer atau direksi berlaku bijak. Atasan, dia menyarankan, harus menjaga hubungan dengan karyawan dan memberlakukan semuanya sama rata sesuai dengan posisi masing-masing. "Tak ada yang dianakemaskan," ucapnya.

    Aisha Shaidra

    Berita lainnya:
    5 Kiat Perluas Jaringan Sosial bagi Pengusaha Muda
    Lihat Cantiknya Paris Hilton dan Cinta Laura di Coachella 2017
    Cara Sehat Menambah Berat Badan Anak


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2018, Ada 8 Provinsi Rawan Politik Identitas

    Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum, Rahmat Bagja, mengatakan ada 8 provinsi penyelenggara Pilkada 2018 yang dianggap rawan politik identitas.