Happy Salma, Pilih Baca Buku Digital atau Konvensional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris Happy Salma membacakan surat Kartini pada acara

    Aktris Happy Salma membacakan surat Kartini pada acara "Panggung Para Perempuan Kartini" di Museum Bank Indonesia, Kota, Jakarta, 11 April 2017. Kegiatan istimewa ini digelar TEMPO dalam memperingati Hari Kartini. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi Happy Salma, 37 tahun, membaca hanyalah dari kertas. Meski aplikasi membaca sudah bejibun dan gampang diunduh di gawai, Happy ogah melakoni kegiatan ini. "Kalau di ponsel untuk yang iseng-iseng doang, yang sambil lewat, atau untuk cari data," katanya saat menjadi bintang tamu #ngopidikantor di Gedung Tempo.

    Untuk membaca yang agak berat, semisal buku atau majalah, Happy Salma memilih versi cetak. Buat dia, kertas punya banyak nilai lebih: bisa disimpan sehingga bisa dibaca lagi kapan-kapan serta lebih enak dipegang. "Kertas juga ada baunya, dan romantis," ujarnya.

    Artikel terkait:
    Habis Bergoyang, Happy Salma Gak Mau Nanggung, Lho
    Happy Salma: Perhiasan Saya Dipakai Istri Kurt Cobain
    Bugar Tanpa Olahraga Khusus? Begini Rahasia Happy Salma

    Happy Salma punya banyak koleksi buku. Dari manga karya penulis Jepang, Kyoko Mizuki, Candy Candy (versi Indonesia diterbitkan pada 1990-an)—hasil pencariannya di penjual buku bekas—sampai novel sejarah karangan Pramoedya Ananta Toer, penulis favoritnya.

    Dari karya Pram yang berjudul Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa, Happy membuat pentas teater Bunga Penutup Abad. Happy Salma menjadi produser sekaligus memerankan Nyai Ontosoroh, salah satu tokoh sentral dalam dua novel tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Happy Salma menyimpan koleksinya di ruang baca rumahnya di Bali dan Jakarta. Happy selalu menyediakan waktu untuk melahap semua buku pilihannya tersebut. "Diusahakan kalau pergi juga membawa buku," ucapnya.

    MAJALAH TEMPO

    Berita lainnya:

    5 `Obat` Penyemangat Saat Kamu Sedih
    Beginilah Jika Hormon Amburadul Gara-gara Menstruasi Tiba
    Vicky Shu Bikin Label Sepatu Syu Shu, Masuk Kategori Killer Shoes


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.