Kenali Zat Kimia Berbahaya dalam Kosmetik Wanita  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kuas kosmetik. Shutterstock.com

    Ilustrasi kuas kosmetik. Shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Pewarna kuku, sabun antibakteri, dan krim anti-penuaan diklaim mengandung zat kimia yang sangat tinggi. Dampaknya, kesuburan wanita bisa terganggu. Begitu pendapat para praktisi kesehatan.

    Menurut para dokter, beberapa penelitian telah menunjukkan bahaya efek samping berbagai jenis produk kosmetik. Berbagai zat kimia pada produk-produk kecantikan perempuan justru tidak bagus buat hormon dan sistem reproduksi. (Baca: Benarkah Kulit Tak Bisa Bernapas karena Make-up?)

    “Beberapa zat kimia yang bisa merusak hormon endokrin ditemukan pada produk-produk itu dan dipastikan bisa mengganggu fungsi ovarian, menyebabkan keguguran, dan ketidaksuburan. Sabun antibakteri juga bisa mengurangi peluang hamil,” kata dr Sagarika Aggarwal kepada India Times.

    Sabun antibakteri mengandung triclosan yang bisa menyebabkan terganggunya produksi endokrin dan sistem reproduksi. Begitu juga dengan paraben, pengawet dan pembasmi bakteri yang terdapat pada sampo, sabun, dan kondisioner, yang berbahaya buat kesuburan bila jumlahnya terlalu banyak. “Bila jumlah hormon tidak seimbang, peluang untuk memproduksi sel-sel telur dan sperma yang sehat akan berkurang,” ujar Aggarwal.

    Bukan hanya pewarna kuku yang berbahaya buat kesuburan. Pembersih cat kuku juga tidak baik karena mengandung aseton, methyl methacrylatetoluene, dan ethyl acetate. Zat lain yang berbahaya adalah toluene, yang digunakan untuk membuat cat kuku terlihat berkilau. Begitu juga dengan phthalates, yang bisa ditemui di hampir semua produk kosmetik. Zat ini bisa mengganggu kesuburan, produksi hormon, juga berkumpul di air susu ibu selama masa kehamilan. Bayangkan jika air susu itu kemudian diminum bayi.

    Menurut pakar kesehatan, Jyoti Tripathy, paparan dari zat-zat kimia tersebut membuat risiko keguguran makin tinggi. Begitu pula risiko bayi lahir dengan cacat fisik atau mental. Pemulas bibir adalah produk kosmetik dengan jumlah rata-rata jenis zat kimia terbanyak, 33, diikuti losion tubuh (32), pemulas mata (26), krim pembuat kulit cokelat (22), pemulas pipi (16), sampo (15), dan deodoran (15).

    PIPIT

    Berita lainnya:
    8 Pekerjaan Unik tapi Nyata, Anda Berminat?
    Mengetahui Kepribadian dari Huruf Awal Namamu
    Kim Kardashian Ngotot Punya Anak Ketiga, Operasi Lagi



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.